Falentinus Bongkar Korupsi Dana OMB Rp1 Miliar, Osman Laden Bongkar Korupsi Dana Dipa Rp10 Miliar Oleh Kapolres TTU

photo author
- Selasa, 23 Januari 2024 | 09:15 WIB
Kapolres TTU, Moh Mukhson (Jude Lorenzo Taolin)
Kapolres TTU, Moh Mukhson (Jude Lorenzo Taolin)

Kapolres TTU, Moh Mukhson yang dikonfirmasi awak media
melalui pesan WhatsApp terkait informasi yang beredar di grup medsos membantah informasi tersebut.

Tanpa langsung menjawab kebenaranninformasi tersebut, Kapolres Mukhson malah meminta awak media untuk  menanyakan langsung kepada anggota.

"Tidak ada saudaraku. Bisa dicek langsung ke anggota ya," singkat Mukhson membalas pesan WhatsApp awak media.

Pemilik akun Osman Laden juga kembali menyinggung dugaan korupsi Dana OMB yang terkesan sudah aman - aman saja.

Foto kolase pengaduan melalui medsos, dugaan korupsi dana DIPA oleh Kapolres TTU, Moh Mukhson
Foto kolase pengaduan melalui medsos, dugaan korupsi dana DIPA oleh Kapolres TTU, Moh Mukhson (Jude Lorenzo Taolin)

"Bahwa setelah pemotongan OMB viral, baru dilakukan pembayaran dengan alasan bertahap, padahal uang tersebut sudah masuk saku Kapolres. Dan yang diklarifikasi hanya dana OMB sedangkan yang lebih fantastis adalah dugaan korupsi dana DIPA 2022 - 2023", kata Osman.

Sinis ia memberi ucapan selamat kepada Kapolres Mukhson yang telah memberikan pernyataan klarifikasi di media untuk pembenaran diri.

"Selamat melakukan klarifikasi dengan suara gemetar ya boss.
Potongan OMB viral langsung dibayarkan, tapi untuk dana Dipa, tak mungkin sama seperti OMB karena sudah dipakai bayar untuk amankan posisi, bangun istana di surabaya, biaya jalan-jalan, belanja nyonya dan lain-lain", beber Osman lagi.

Terkait pemotongan komando 40%, dipertanyakannya merupakan "kebijakan pimpinan".

Baca Juga: Jaga Kamtibmas Pemilu 2024, Perguruan dan Ormas di Belu Deklarasi Damai

"Potongan komando 40% ini disebut sebagai "kebijakan pimpinan", padahal ini murni untuk memperkaya diri karena ketika ada kunjungan atau atensi dari satuan atas, Kapolres membagikan beban akomodasi, transportasi dan uang saku kepada para kasat untuk menanggungnya", tandas Osman.

Tidak lupa diakhir penyampaian, ia menitipkan pesan pedas untuk pihak - pihak yang disebut sebagai "Penjilat Kapolres TTU, Moh Mukhson demi menjaga posisi dan jabatannya tetap aman.

"Untuk para penjilat (AN, DT, BUSER) silahkan pasang badan untuk lindungi bos kalian, tapi ingat kartu mati kalian juga ada. Kalau mau aman, jangan ada gerakan tambahan. Ini yang kita lawan adalah orang yang serakah.
Para Kaur mintu juga,  silahkan pasang badan untuk bos yang sama seperti kapal keruk, vacum cleaner dan kanebo.
Ingat kebenaran bisa disalahkan tapi kebenaran tidak bisa dikalahkan. Jangan anggap ini sebagai suatu penghianatan, tapi ini sebagai jalan menuju Polri yang lebih transparan dan adil dalam urusan keuangan di internal", sinis Osman.

Dalam membeberkan data tersebut, ia juga mengingatkan Kapolres Mukhson dan para penjilat Kapolres bahwa ia akan membongkar lagi beberapa dugaan korupsi  yang ditutup para penjilat selama ini.

"Ingat, masih ada part 3, tentang pungutan mutasi dan part 4, tentang pungli Sim", pesan Osman mengingatkan Kapolres TTU, Moh. Mukhson. (")


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Jude Lorenzo Taolin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X