NTTHits.con, Kefamenanu - Komplotan pencurian ternak sapi di Kecamatan Biboki Selatan, telah berhasil diringkus aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Biboki Selatan, Rabu 21 Juni 2023 lalu.
Meski demikian, salah satu warga Sipil, Herman Keke yang beralamat di Desa Keun Kecamatan Insana masih menjadi target pengejaran oknum pejabat Polsek Biboki Selatan dengan tuduhan ikut terlibat sebagai pelaku pencurian ternak sapi.
Anehnya, Herman Keke dituding ikut terlibat namun bukannya dipanggil untuk diperiksa dan ditangkap melainkan dimintai uang senilai Rp8 juta.
Informasi dugaan pemerasan yang diketahui wartawan, dibenarkan korban pemerasan Herman Keke ketika dikonfirmasi di rumahnya di desa Keun, Senin, 2 Oktober 2023.
"Saya dihubungi Kanitres Biboki Selatan, Andreas Lou sejak bulan Juli hingga sekarang. Saya dituding ikut terlibat sebagai pelaku pencurian sapi. Anehnya, kenapa saya tidak ditangkap saja kalau memang ada bukti kuat", kata Herman.
Baca Juga: 500 Perempuan Berdaya di NTT Ikut Pencanangan Literasi dan Inklusi Pasar Modal
Ia juga kesal, kerap dimintai uang oleh oknum pejabat tersebut.
"Saya sering ditelpon, dimintai uang Rp8 juta. Dari Rp8 juta turun ke Rp5 juta. Saya bilang saya tidak punya uang, mau ambil uang sebanyak itu darimana. Trus saya kasih uang untuk apa, saya tidak terlibat mencuri dan para pelaku pencurian ternak sapi juga sudah ditangkap sejak bulan Juni 2023 lalu", aku Herman.
Bahkan, lanjutnya pernah saat ia berada di wilayah Biboki dalam suasana kedukaan keluarga, Kanitres Bisel, Andreas Lou menelponnya dan meminta bertemu di sana.
"Kami semua menunggu tapi pak Andreas tidak datang. Saya dikejar lewat telpon terus", kesal Herman.
Terkait dugaan pemerasan tersebut, Andreas Lou sama sekali tidak menanggapi konfirmasi wartawan via telpon dan pesan WhatsApp.
Baca Juga: Pemkot Kupang Libatkan APH Tagih Piutang Pajak Rp.65 Milliar
Sebelumnya kasus pencurian ternak sapi termuat di beberapa media online.
Ketiga pelaku pencurian ternak sapi yang telah ditangkap aparat Polsek Biboki Selatan yakni Ignasius Tubani (61), Laurensius Taeki (61), dan Lambertus Kolne (50).