Gubernur Melki Laka Lena: Dapur Pemenuhan Gizi di Manggarai Salah Satu yang Terbaik di NTT

photo author
Yohanes Seo, NTT Hits
- Jumat, 11 April 2025 | 16:20 WIB
Gubernur NTT saat tinjau SPPG Carep, Ruteng. (Jhon Seo)
Gubernur NTT saat tinjau SPPG Carep, Ruteng. (Jhon Seo)

NTTHits.com, ManggaraiGubernur NTT, Melki Laka Lena, memuji kualitas dapur pemenuhan gizi (SPPG) Carep di Kabupaten Manggarai yang dinilainya sebagai salah satu yang terbaik di Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Dari segi tempat, kebersihan, dan kerapihan, dapur ini termasuk yang terbaik yang saya lihat selama keliling NTT. Tempatnya besar dan sangat layak,” ujar Melki saat meninjau dapur SPPG, Jumat (tanggal bisa disesuaikan).

SPPG atau Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi merupakan program strategis nasional yang bertujuan menyediakan makanan bergizi untuk anak-anak sekolah dari tingkat SD hingga SMA, serta untuk ibu hamil, menyusui, dan anak-anak PAUD. Program ini merupakan salah satu upaya konkret dalam percepatan penanganan stunting di wilayah NTT.

Baca Juga: Pantau Pelaksanaan SPPG Ngedukelu Ngada, Gubernur NTT Minta Program MBG Tak Picu Inflasi Daerah

Melki menjelaskan bahwa dapur-dapur seperti ini akan digerakkan oleh para sarjana lulusan SPPI (Satuan Penggerak Pembangunan Indonesia), yang berasal dari berbagai pusat pelatihan nasional seperti Hambalang, Magelang, dan Bandung. Mereka disiapkan untuk menjadi penggerak utama dalam sistem distribusi pangan bergizi di seluruh NTT.

“Kebutuhan dapur di seluruh NTT diperkirakan mencapai 800 hingga 900 unit. Saat ini baru terbangun 17 dari 87 yang ditargetkan. Anggaran untuk program ini secara nasional mencapai Rp9 triliun,” jelas Melki.

Tak hanya memenuhi kebutuhan gizi anak-anak sekolah, dapur ini juga berdampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Sekitar 50 orang akan bekerja di tiap dapur dengan penghasilan di atas UMR, belum termasuk para pemasok lokal seperti petani dan pedagang yang menyuplai bahan makanan.

Baca Juga: Ketika Ribuan Staf MBG Belum Digaji, Prabowo Justru Sedih Menterinya Tak Punya Mobil Dinas

“Ini bukan sekadar dapur, tapi juga pusat pemberdayaan ekonomi. Para pekerja bisa memutar uang, membeli kebutuhan rumah tangga, dan membantu perputaran ekonomi lokal. Ini adalah contoh program pembangunan yang menyentuh langsung masyarakat,” tambahnya.

Melki juga menekankan pentingnya penggunaan bahan pangan lokal agar program ini turut menekan inflasi dan memperkuat kemandirian pangan daerah.

“Kita harus pastikan pasokan beras, telur, ikan, sayur, buah semua berasal dari daerah sekitar. Jadi tidak hanya menyehatkan anak-anak kita, tapi juga menggerakkan roda ekonomi,” tegasnya.

Baca Juga: Gubernur NTT Apresiasi Program MBG di Sumba Timur Saya Bangga, SPPG Dikelola Pengelola dan Ahli Gizi Profesional

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Badan Pangan Nasional, STPI, TNI, Polri, serta semua pihak yang telah mendukung pelaksanaan program ini di Manggarai.

“Terima kasih atas kerja sama luar biasa ini. Kita jaga dan kawal bersama agar program ini benar-benar bermanfaat bagi rakyat NTT,” pungkasnya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yohanes Seo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X