Gubernur NTT: Beasiswa Hanya untuk Anak yang Benar-Benar Miskin

photo author
Yohanes Seo, NTT Hits
- Jumat, 11 April 2025 | 12:55 WIB
Gubernur NTT saat melihat mobil listrik ciptaan guru dan siswa SMKN 1 Borong. (Jhon Seo)
Gubernur NTT saat melihat mobil listrik ciptaan guru dan siswa SMKN 1 Borong. (Jhon Seo)

NTTHits.com, Borong – Gubernur Nusa Tenggara Timur menegaskan komitmennya untuk memastikan bahwa anak-anak dari keluarga miskin tetap mendapatkan akses pendidikan melalui program beasiswa.

Namun, ia menekankan bahwa bantuan ini hanya akan diberikan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.

“Ada anak-anak yang memang miskin, tapi juga ada yang hanya berpura-pura miskin. Mereka sebenarnya mampu, punya motor, mobil, bahkan rumah bagus, tapi tetap ingin terima beasiswa. Ini tidak adil,” tegas Gubernur dalam kunjungannya ke Borong, Jumat, 11 April 2025.

Baca Juga: Nostalgia Gubernur Melki Laka Lena di Kisol: Dari Lapangan Basket hingga Misi Mengabdi Lewat Jalan Salib

Ia meminta agar semua sekolah, mulai dari SD, SMP hingga SMA, melakukan pendataan ulang secara ketat agar beasiswa tepat sasaran.

“Silakan data ulang semua siswa. Beasiswa ini untuk anak-anak yang benar-benar miskin. Jangan sampai anak yang layak malah terabaikan,” tegasnya.

Gubernur juga memastikan bahwa anak-anak dari keluarga miskin tidak boleh kehilangan hak atas pendidikan hanya karena keterbatasan ekonomi.

Baca Juga: Gubernur NTT Ancam Cabut SIP Dua Dokter Anestesi RS TC Hillers yang Mogok Kerja

"Tidak boleh ada alasan lagi untuk tidak sekolah. Saya akan cari beasiswa bagi anak-anak tersebut, mulai dari SD sampai SMA," tambahnya.

Sementara itu, Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas, menambahkan bahwa salah satu sekolah di wilayahnya menjadi sekolah dampingan Astra.

“Astra rencananya akan bangun bengkel di sekolah itu. Sekolah ini juga akan dilengkapi dengan asrama,” ungkap Agas Andreas.

Baca Juga: Gubernur NTT Dorong Hilirisasi Moke Aimere, Target Perputaran Uang Capai Triliunan Rupiah

Ia juga mengimbau agar lingkungan sekolah tetap dijaga harmonis. “Ciptakan suasana damai di sekolah, jangan saling iri atau saling melapor,” pesannya.

Dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk sektor swasta, diharapkan pendidikan di NTT semakin inklusif dan berkualitas, terutama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yohanes Seo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X