Ketika Ribuan Staf MBG Belum Digaji, Prabowo Justru Sedih Menterinya Tak Punya Mobil Dinas

photo author
Yohanes Seo, NTT Hits
- Rabu, 9 April 2025 | 18:39 WIB
Potret Presiden RI, Prabowo Subianto pada acara Sarasehan Ekonomi bersama Presiden Republik Indonesia di Jakarta, Selasa, 8 April 2025. (YouTube.com / Sekretariat Kabinet)
Potret Presiden RI, Prabowo Subianto pada acara Sarasehan Ekonomi bersama Presiden Republik Indonesia di Jakarta, Selasa, 8 April 2025. (YouTube.com / Sekretariat Kabinet)

NTTHits.com, Jakarta – Pernyataan Presiden RI, Prabowo Subianto, soal belum adanya mobil dinas untuk para menteri di kabinetnya, mendadak jadi sorotan publik.

Pasalnya, pernyataan itu muncul di tengah polemik belum dibayarnya gaji ribuan staf Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam acara Sarasehan Ekonomi yang digelar di Jakarta pada Selasa, 8 April 2025, Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa dirinya dan para menterinya saat ini sedang melakukan "kerja bakti" selama enam bulan awal masa pemerintahan.

Baca Juga: Soal Kebijakan Tarif Impor Trump, Prabowo Tegas: Indonesia Harus Berdiri di Atas Kaki Sendiri

Ia menyebut, banyak pejabat negara yang berasal dari kalangan orang kaya namun tetap bersedia mengabdi tanpa fasilitas negara seperti mobil dinas.

“Kalau mereka mau kaya raya, mereka bisa. Tidak usah masuk pemerintah. Mereka masuk pemerintah itu, saya juga sedih. Seperti Menteri Keuangan (Sri Mulyani), banyak yang belum dapat mobil dinas. Mereka kerja 6 bulan ini kerja bakti,” ucap Presiden Prabowo.

Namun di sisi lain, publik justru menyoroti persoalan serius yang tengah dihadapi ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program unggulan MBG yang belum juga menerima gaji mereka. Kondisi ini memicu pertanyaan soal prioritas pemerintah dalam pengelolaan program nasional.

Baca Juga: Prabowo Soal Anjloknya IHSG: “Saya Nggak Terlalu Takut, Indonesia Punya Kekuatan”

Menanggapi hal itu, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, memastikan bahwa gaji para SPPG akan segera dicairkan sebelum Hari Raya Idulfitri 2025.

“Sebelum Lebaran selesai, cair,” kata Dadan kepada awak media saat ditemui di Istana Merdeka, Jumat, 21 Maret 2025 lalu.

Dadan menyebut hingga saat ini, sekitar 1.000 SPPG sudah dilibatkan dalam pelaksanaan program MBG yang menjangkau 3 juta penerima manfaat. Ia juga menargetkan jumlah tersebut akan meningkat drastis hingga menjangkau 82,9 juta masyarakat di akhir tahun ini.

Baca Juga: Prabowo: “Petani Adalah Tulang Punggung Bangsa, Tanpa Pangan Tak Ada NKRI”

“Sudah masuk kurang lebih 1.000 SPPG, melayani sekitar 3 juta orang, dan ditargetkan di akhir tahun bisa melayani 82,9 juta,” jelasnya.

Pernyataan Presiden dan kondisi lapangan yang kontras ini pun memunculkan kritik tajam dari publik.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yohanes Seo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X