"Saya dan Agustinus Tulasi kemudian berpelukan dan disatukan kembali oleh Bang Melki Laka Lena dan teman-teman Golkar yang ada di ruangan. Kami masih punya hubungan keluarga juga karena bagian dari keluarga besar Golkar yang bisa berbeda dan solid kembali," katanya.
"Kami berpisah setelah semua tenang dan saling menguatkan untuk terus berproses ke depan sesuai dengan aturan dan mekanisme Golkar," katanya lagi.
Kejadian ini tersiar cepat ke teman-teman Melki Laka Lena, juga pihak keamanan tapi dicegah Bang Melki agar tidak diperpanjang lagi, karena semua urusan organisasi diselesaikan seturut aturan dan mekanisme partai Golkar.
"Jangan pakai cara lain yang justru bikin soal baru. Bang Melki tipe pemimpin yang selalu hadir langsung selesaikan masalah apapun dinamikanya dan jelaskan ke berbagai pihak apa adanya terkait proses dan hasil yang diputuskan," katanya.
Dia mengatakan video itu lalu di framing sejumlah pihak dan disebar ke berbagai medsos atau dibuat seturut kepentingan politik yang menyebarkan.
"Ada yang membenturkan Golkar dan Gerindra, ada yang buat isu politik uang dan sebagainya," ujarnya.
Karena itu, dia menegaskan sepanjang Golkar NTT dipimpin Melki Laka Lena tidak pernah sekalipun di dengar dan dapat bukti laporan permintaan uang termasuk urusan pilkada.
"Kami justru menunggu bukti kalau ada oknum pimpinan Golkar tingkat ll atau Provinsi NTT yang minta uang kepada paslon pilkada, segera kami proses untuk dipecat dari pengurus maupun keanggotaan Golkar," tegasnya.
"Kami perlu tegaskan bahwa upaya berbagai pihak untuk menggiring isu ini ke sana ke mari yang tidak jelas berpotensi masuk ranah hukum," tegasnya.***