Baca Juga: Gelar Seminar, Kejati NTT Bedah Penanganan Kasus yang Merugikan Perekonomian Negara
Kebudayaan ini disebut kebudayaan kontemporer, mencakup tren mode, gaya hidup, kebiasaan konsumsi, media massa, teknologi, serta norma dan nilai yang mendefinisikan masyarakat itu sendiri.
Salah satu bentuk penyampaian kebudayaan agar tetap lestari ialah melalui seni. Seni adalah media yang kuat untuk menyampaikan pesan-pesan kebudayaan, sarana interaktif dan efektif. Seperti budaya kontemporer, ada juga seni kontemporer yang merujuk pada bentuk seni yang diproduksi dan dikembangkan dalam konteks zaman sekarang.
Baca Juga: Lolos Seleksi Tahap I, Dua Pemain SSB BU Kristal Kupang Dipanggil Ikut Seleksi Timnas U17 di Bali
Ini mencakup berbagai macam bentuk ekspresi artistik, seperti lukisan, patung, instalasi, fotografi, seni performa, seni video, seni suara, seni interaktif, seni digital, dan lainnya. Eksistensi kebudayaan didukung oleh kehadiran seni kontemporer baik berupa karya hingga membentuk ekosistemnya sendiri.
Ekosistem seni berupa ruang pertemuan, proses penciptaan karya hingga pasar karya seni. Pasar karya seni ada sebagai bentuk respon dari dinamika ekosistem seni yang terus bertumbuh. Pasar karya seni merujuk pada tempat di mana karya seni dibeli, dijual, atau ditampilkan kepada publik.
Ini bisa menjadi pasar fisik seperti galeri seni, pameran seni, atau acara seni komunitas, atau pasar digital di mana karya seni dijual secara online melalui platform perdagangan elektronik. Pasar karya seni memiliki peran penting dalam mendukung komunitas seniman dan memfasilitasi pertukaran karya seni antara seniman dan kolektor atau penggemar seni.
"Melalui pasar karya seni, seniman dapat menjual karya mereka untuk memperoleh pengakuan dan penghargaan finansial, sementara kolektor atau penggemar seni memiliki kesempatan untuk membeli dan menikmati karya seni yang mereka sukai,"tambah Adriana.
Baca Juga: Polda NTT Tetapkan Lima Tersangka Dugaan Korupsi Pembangunan RS Boking
Penjualan karya selama ini hanya terjadi di ranah privat (pertemuan antara kolektor dan seniman saat pameran, person to person, melalui platform media, barter karya, dan sebagainya).
Bila ada ruang untuk skema penjualan karya yang terbuka, transparan dan interaktif tentu menciptakan suatu ekosistem pasar karya seni/penjualan karya yang menarik, efesien dan efektif. (*)