Padu Padan Tenun NTT Ikut Pasar Karya Seni Pameran 0.0 NAMLIA di Kupang

photo author
Lidya Radja, NTT Hits
- Minggu, 16 Juli 2023 | 14:17 WIB
CEO Padu Padan NTT, Erwin Yuan
CEO Padu Padan NTT, Erwin Yuan

Baca Juga: Gelar Seminar, Kejati NTT Bedah Penanganan Kasus yang Merugikan Perekonomian Negara

Kebudayaan ini disebut kebudayaan kontemporer, mencakup tren mode, gaya hidup, kebiasaan konsumsi, media massa, teknologi, serta norma dan nilai yang mendefinisikan masyarakat itu sendiri.

Salah satu bentuk penyampaian kebudayaan agar tetap lestari ialah melalui seni. Seni adalah media yang kuat untuk menyampaikan pesan-pesan kebudayaan, sarana interaktif dan efektif. Seperti budaya kontemporer, ada juga seni kontemporer yang merujuk pada bentuk seni yang diproduksi dan dikembangkan dalam konteks zaman sekarang.

Baca Juga: Lolos Seleksi Tahap I, Dua Pemain SSB BU Kristal Kupang Dipanggil Ikut Seleksi Timnas U17 di Bali

Ini mencakup berbagai macam bentuk ekspresi artistik, seperti lukisan, patung, instalasi, fotografi, seni performa, seni video, seni suara, seni interaktif, seni digital, dan lainnya. Eksistensi kebudayaan didukung oleh kehadiran seni kontemporer baik berupa karya hingga membentuk ekosistemnya sendiri.

Ekosistem seni berupa ruang pertemuan, proses penciptaan karya hingga pasar karya seni. Pasar karya seni ada sebagai bentuk respon dari dinamika ekosistem seni yang terus bertumbuh. Pasar karya seni merujuk pada tempat di mana karya seni dibeli, dijual, atau ditampilkan kepada publik.

Baca Juga: Infrastruktur Wilayah dan Teknologi Tepat Guna , Fokus Program TMMD -117 di Desa Oenif Kabupaten Kupang

Ini bisa menjadi pasar fisik seperti galeri seni, pameran seni, atau acara seni komunitas, atau pasar digital di mana karya seni dijual secara online melalui platform perdagangan elektronik. Pasar karya seni memiliki peran penting dalam mendukung komunitas seniman dan memfasilitasi pertukaran karya seni antara seniman dan kolektor atau penggemar seni.

"Melalui pasar karya seni, seniman dapat menjual karya mereka untuk memperoleh pengakuan dan penghargaan finansial, sementara kolektor atau penggemar seni memiliki kesempatan untuk membeli dan menikmati karya seni yang mereka sukai,"tambah Adriana.

Baca Juga: Polda NTT Tetapkan Lima Tersangka Dugaan Korupsi Pembangunan RS Boking

Penjualan karya selama ini hanya terjadi di ranah privat (pertemuan antara kolektor dan seniman saat pameran, person to person, melalui platform media, barter karya, dan sebagainya).

Bila ada ruang untuk skema penjualan karya yang terbuka, transparan dan interaktif tentu menciptakan suatu ekosistem pasar karya seni/penjualan karya yang menarik, efesien dan efektif. (*)

 

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Lidya Radja

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X