NTTHits.com, Kupang - Padu Padan Tenun ikut serta dalam membuka area pasar karya seni yang terbuka dan interaktif dalam Pameren 0.0 NAMLIA, sebuah perayaan budaya dan lintas displin seni di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Melalui keikutsertaan kami dalam acara ini, Padu Padan Tenun memberikan kontribusi yang berharga dalam memperkenalkan keindahan dan keunikannya kepada masyarakat luas,"kata CEO Padu Padan Tenun NTT, Erwin Yuan, Minggu, 16 Juli 2023.
Baca Juga: Telkomsel Awards 2023 Segera Digelar Sekaligus Akan Luncurkan Produk FMC Terbaru
Menurut dia, dengan kehadirannya dalam Pameran 0.0, padu padan tenun ingin memberikan kontribusi yang berarti dalam memperkenalkan keindahan tenun NTT kepada masyarakat. Melalui berbagai acara dan ruang interaktif, padu padan tenun tidak hanya memamerkan produk-produk unik, tetapi juga meningkatkan kesadaran akan nilai-nilai budaya dan kekayaan warisan NTT. Diharapkan bahwa pameran ini akan menjadi langkah awal dalam mengangkat martabat tenun NTT, mendukung industri kreatif
Pameran 0.0 NAMLIA, hadir dalam bentuk pameran, pasar, dan acara seni pendukung lainnya, mengangkat tema “Kontemporer: Kelahiran Baru”, menampilkan karya-karya dari 6 bidang/media yaitu Sculpture, Texture Painting, Sketch, Textile, Digital Art, dan Architecture Design.
Baca Juga: Ratusan PMI Asal NTT Pulang Dalam Peti Mati, Ombudsman Angkat Bicara
Rangkaian acara NAMLIA berupa Pameran 0.0, NAMLIA di Titik, Studio & Gallery Visit, Bincang Seniman dan Karya, Workshop, dan Pameran NAMLIA. NAMLIA melibatkan berbagai seniman independen, komunitas, pergerakan seni yang ada di Kupang dan sekitarnya, berlangsung selama 3 bulan yaitu dari Juli sampai September 2023.
Manajer NAMLIA, Adriana Ngailu, mengatakan, NTT adalah daerah yang memiliki banyak ciri khas budaya, ritual adat, tutur lisan, tradisi, nyanyian syair, rumah tradisional dan bahasa daerah.
Baca Juga: Orang Muda Ganjar Fokus Berantas Buta Aksara di Kabupaten Ende
Perkembangan budaya dan seni di NTT semakin progresif, terwakili oleh berbagai wujud penyampaian melalui acara pegelaran seni budaya, pertemuan seniman/maestro, diskusi kebudayaan dan seni, proses kreatif penciptaan karya, pameran, unit usaha seni yang beragam, ditampilkan secara privasi (anonim, lingkup terdekat) maupun publik, patut untuk dirayakan bersama.
Atas dasar itu, maka diinisiasi suatu kegiatan mempertemukan budaya dan seni kontemporer dalam bentuk ruang apresiasi karya, edukasi dan pasar karya seni.
Baca Juga: Sambut Hari Bhakti Adhyaksa ke-63, Kejati NTT Gelar Aneka Lomba
"NAMLIA sebuah perayaan budaya dan lintas displin seni di Kupang hadir dalam bentuk pameran, pasar, dan acara seni pendukung lainnya,"kata Adriana.
Kebudayaan, menurut dia, terus berkembang mengikuti perubahan sosial yang melingkupi seluruh aktivitas manusia. Selalu menghadirkan bentuk baru dan diterima oleh publik tanpa melepas nilai-nilai kebudayaan dan moralitas.