T-2: Tensi ( pengukuran tekanan darah)
Tekanan darah normal 120/80 mmHg. Bila tekanan darah lebih besar atau sama dengan 140/90 mmHg, ada factor risiko hipertensi (tekanan darah tinggi) dalam kehamilan.
T-3: Pengukuran Lingkar Lengan Atas (LiLA)
Bila kurang dari 23,5 cm, menunjukkan ibu hamil menderita Kurang Energi Kronis (KEK) dan berisiko melahirkan bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)
T-4: Pengukuran Tinggi Rahim
Pengukuran tinggi rahim untuk melihat pertumbuhan janin, apakah sesuai dengan usia kehamilan. Pengukuran ini dilakukan dengan berbaring. Pemeriksaan dilakukan dengan perabaan atau dengan alat UltraSnoGrafi (USG).
T-5: Penentuan letak janin dan penghitungan denyut jantung janin
Apabila setelah usia kehamilan 6 bulan, bagian bawah janin bukan kepala, kemungkinan ada kelainan letak atau ada masalah lain. Bila denyut jantung janin kurang dari 120 kali/ menit atau lebih dari 160 kali / menit, menunjukkan ada tanda gawat janin, maka harus segera dirujuk.
Baca Juga: Dinkes Bantu Ketahanan Pangan Ratusan Balita Stunting di Kota Kupang
T-6: Imunisasi Tetanus Toxoid (TT)
Petugas kesehatan akan menentukan status imunisasi TT, dan apabila diperlukan ibu akan mendapatkan suntikan untuk mencegah tetanus pada ibu dan bayi.
T-7 : Tablet tambah darah
Ibu hamil sejak awal kehamilan minum tablet tambah darah, satu tablet setiap hari minimal selama 90 hari. Tablet tambah darah, bermanfaat untuk mencegah dan mengobati anemia pada ibu hamil. Anemia pada kehamilan akan meningkatkan risiko kelahiran prematur dan bayi dengan berat lahir rendah.
T-8 : Tes Laboratorium
Tes laboratorium yang diperlukan antara lain : Ibu hamil akan diperiksa golongan darah untuk persiapan apabila membutuhkan donor darah, Tes Hemoglobin (Hb) untuk mengetahui apakah ibu kekurangan darah (Anemia), Tes HBSAg untuk mengetahui apakah ibu pernah tertular hepatitis B.