humaniora

Hama Ulat Serang 1.674 Hektar Kebun Jagung Warga Perbatasan Belu

Minggu, 4 Februari 2024 | 16:05 WIB
Hama ulat serang tanaman petani di Belu

NTTHits.com, Atambua-  Hama ulat gerayap menyerang ribuan hektar kebun jagung milik warga Kabupaten Belu perbatasan RI-RDTL.

Data yang diperoleh media, sebanyak 1.674 hektar kebun tanaman jagung warga yang tersebar di 12 Kecamatan se-Kabupaten Belu diserang hama ulat.

Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu, Robertus Mali, serangan hama ulat gerayap disebabkan oleh anomali iklim yang sulit diprediksi dan curah hujan yang tidak teratur.

Dijelaskan, serangan hama ini disebabkan oleh anomali iklim yang sulit diprediksi dan curah hujan yang tidak teratur sehingga memicu serangan hama, khususnya ulat grayak (Spodoptera frugiperda) terhadap tanaman jagung.

Baca Juga: Eks Kepala BPN Mabar Jadi Saksi Tak Soal, Hak Guna Bangunan PT SIM Berlaku 30 Tahun

"Serangan hama ini menyebabkan kerusakan pada daun dan bakal buah jagung yang baru berumur tiga minggu," ujar dia kepada media, Sabtu 3 Februari 2024.

Mali menuturkan, ulat gerayap ini berasal dari kupu-kupu yang bertelur di tanaman jagung. Ciri khas serangan hama dapat terlihat pada batang dan daun jagung, dimana terdapat serbuk gergaji.

"Ini menandakan bahwa tanaman jagung telah terserang ulat gerayap," terang dia.

Lanjut dia, saat ini tim Pengendali Organisme Pengendali Tanaman (OPD) sedang melakukan pemantauan di lapangan. Meskipun tingkat kerusakan masih dibawah 10 persen, pengendalian dilakukan secara manual dengan pendekatan pengendalian hama terpadu, mencari dan memusnahkan inangnya.

Terkait itu, Mali menyampaikan bahwa meski Kabupaten Belu tidak memiliki insektisida, namun pihaknya telah mengajukan permohonan bantuan ke Dinas Pertanian Provinsi NTT dan telah di kirim obatnya.

Baca Juga: Kenali Lima Tahap Modus Korupsi Pengadaaan Barang dan Jasa Pemerintah

"Kita dapat bantuan insektisida obatan siklon 114 kilogram. Kita sementara tangani di lapangan sebagai upaya cegah dini sehingga tidak menyebar luas hamanya," ucap dia. (Yan Manek) 

Tags

Terkini