KPU Belu Gelar Simulasi Pemungutan dan Perhitungan Suara Pemilu 2024

photo author
Yohanes Seo, NTT Hits
- Rabu, 31 Januari 2024 | 20:35 WIB
KPU Belu gelar simulasi pemilu
KPU Belu gelar simulasi pemilu

NTTHits.com, Atambua - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Belu menggelar simulasi pemungutan dan penghitungan suara serta penggunaan Sirekap Pemilu 2024 yang bertempat di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 023, Kecamatan Atambua Barat, Kabupaten Belu, Selasa, 30 Januari 2024.

Menurut Ketua KPU Belu, Michael Nahak, ini merupakan simulasi yang kedua kali dilakukan pihaknya. Sebelumnya simulasi pertama sebagai uji coba untuk memastikan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

"Simulasi pertama sebagai uji coba untuk memastikan bahwa KPPS dapat menjalankan tugasnya dengan baik," ujar dia.

Jelas dia, setelah mengevaluasi simulasi pertama dan melibatkan teman-teman penyelenggara, baik dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) maupun peserta Bimbingan Teknis (Bimtek) mereka memutuskan untuk melanjutkan ke tahap kedua, yaitu simulasi TPS nyata.

Baca Juga: Dituding Buat Onar Bocorkan Data Dugaan Korupsi OMB - DIPA, Kasatres Djoni Boro Tempuh Jalur Hukum Lawan 'Diduga' Sesama Pejabat Polres TTU

Lebih lanjut Nakan tekankan, melalui simulasi ini, mereka dapat memastikan bahwa KPPS benar-benar memahami tugas dan tanggung jawab mereka sebagai petugas di TPS.

"Simulasi TPS kedua ini libatkan KPPS yang sudah dilantik dan telah mengikuti Bimtek. Tujuan dari simulasi ini adalah memastikan tanggung jawab dan peran-peran dari KPPS dapat dijalankan dengan baik," terang dia.

Simulasi ini juga melibatkan pemilih pemula yang baru pertama kali menggunakan hak pilihnya. Simulasi ini memberikan gambaran nyata tentang tata cara pemungutan dan penghitungan suara, khususnya bagi pemilih pemula.

Baca Juga: Staf Imigrasi Atambua Terima Penghargaan Petugas Perbatasan Teladan dari Kemenhumkam

"Selain itu, simulasi ini memberikan kesempatan kepada pemilih untuk mengenal lebih awal bagaimana tata cara pemungutan dan penghitungan suara, terutama untuk pemilih pemula," kata Nahak.

Dalam simulasi itu dia juga menyebut bahwa pemilih dapat mengenali surat suara dengan melihat warnanya, mengetahui bagaimana cara pemungutan suara, dan memahami tata cara penghitungan suara.

"Hal ini membantu pemilih, terutama yang baru pertama kali menggunakan hak pilihnya, untuk merasa lebih siap dan yakin pada saat pemilihan berlangsung," ucap Nahak.

Baca Juga: Pejabat Polres TTU Saling Tuding Bocorkan Data Dugaan Korupsi OMB dan DIPA. Kasat Reskrim Djoni Boro Disebut Tukang Buat Onar

Tambah dia, simulasi ini juga memberikan kesempatan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya penundaan dalam pemungutan dan penghitungan suara, serta memastikan ketersediaan peralatan dan infrastruktur yang dibutuhkan, seperti mesin fotocopy, scanner, genset, dan jaringan internet di TPS.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yohanes Seo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X