NTTHits com, Ende – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mempercepat penanganan ruas jalan Ndona–Sokoria (PLTP Sokoria) di Kabupaten Ende, demi mendukung akses menuju lokasi wisata Puncak Nona dan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sokoria yang menjadi salah satu proyek energi strategis di Pulau Flores.
Ruas jalan ini sejatinya merupakan kewenangan Pemerintah Kabupaten Ende, namun melalui diskresi Gubernur NTT, penanganannya diambil alih oleh pemerintah provinsi sebagai bentuk dukungan terhadap percepatan pembangunan di daerah.
Proyek dengan nilai kontrak Rp6,8 miliar ini bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan dilaksanakan selama empat bulan, mulai Agustus hingga Desember 2025, di bawah penanggung jawab PPK Jarot Nugroho.
Baca Juga: Ruas Jalan Wologai–Detukeli Ditangani, Akses untuk Pariwisata Ende Pendukung PAD
“Kami berharap pekerjaan dapat dipercepat mengingat saat ini sudah memasuki musim hujan. Dukungan dari Pemkab Ende tetap dibutuhkan karena ke depan ruas jalan ini akan dihibahkan kembali kepada mereka untuk pemeliharaan,” ujar Jarot.
Menurutnya, pembangunan ruas jalan ini memiliki arti strategis karena mendukung dua kepentingan utama: pengembangan potensi wisata di Puncak Nona sebagai lokasi swafoto favorit, dan kelancaran akses menuju PLTP Sokoria, sumber energi listrik berbasis panas bumi yang menjadi kebanggaan NTT.
“Dengan infrastruktur jalan yang baik, kita ingin menunjukkan bahwa NTT benar-benar terang — baik secara harfiah melalui energi listrik maupun secara pembangunan,” ujarnya menegaskan.
Baca Juga: Gubernur NTT Dorong Percepatan Program Strategis Nasional dan Daerah di Ende
Desain Jalan Ditingkatkan
Melihat kondisi topografi yang menantang dan curah hujan tinggi, desain proyek ini dibuat agar jalan lebih tahan lama. “Kami mengunci badan jalan dengan rabat beton di sisi tepi agar lapisan aspal tetap terjaga, sekaligus memperlebar jalur kendaraan yang berpapasan,” jelas Jarot.
Sebelumnya, lebar jalan hanya tiga meter, namun kini ditingkatkan menjadi empat meter beraspal dan satu meter rabat beton, sehingga total lebar mencapai lima meter.
Progres Melampaui Target
Pelaksana proyek dari PT Bina Citra Teknik Cahaya, Rofinus, menyebut pekerjaan berjalan lebih cepat dari target.
“Per Oktober 2025, progres fisik sudah mencapai 36,42 persen dari rencana 27,44 persen, artinya terjadi deviasi positif sebesar 8,98 persen,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dari total panjang ruas, 1,1 kilometer sudah diaspal, sedangkan 1,8 kilometer sisanya tengah dalam tahap penyelesaian agregat A dan pekerjaan minor lainnya.
Meski begitu, pihaknya menghadapi tantangan berat di lapangan. “Kondisi medan berbukit membuat material agregat harus diangkut dua kali ke lokasi. Ditambah cuaca yang kerap berubah, membuat pekerjaan cukup menantang,” tutur Rofinus.
Warga Rasakan Manfaat
Warga setempat, Lasarus Palla, menyampaikan rasa syukur atas perhatian pemerintah.
“Sebelumnya jalan ini rusak parah. Kami kesulitan membawa hasil kebun dan anak-anak susah ke sekolah. Sekarang sudah jauh lebih baik, kendaraan bisa lewat lancar,” ujarnya penuh syukur.