Gubernur NTT Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Tangani Rabies

photo author
Yohanes Seo, NTT Hits
- Jumat, 16 Mei 2025 | 17:56 WIB
Gubernur NTT Melki Laka Lena. (Humas NTT)
Gubernur NTT Melki Laka Lena. (Humas NTT)

NTTHits.com, Kupang – Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, membuka secara resmi Forum Group Discussion (FGD) bertema "United for NTT Against Rabies Through Animal Welfare" yang berlangsung di Ruang Timor, Hotel Harper Kupang, Kamis (15/5/2025).

Kegiatan ini digagas oleh JAAN Domestic Indonesia Foundation dengan dukungan dari Human World for Animals, serta melibatkan kolaborasi lintas sektor: Kementerian Pertanian, Pemerintah Provinsi NTT melalui Dinas Peternakan, Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan Universitas Nusa Cendana, dan Natha Satwa Nusantara (NSN).

FGD ini bertujuan memperkenalkan program pengendalian rabies sekaligus menyampaikan strategi perlindungan hewan dan edukasi publik. Edukasi ini dinilai penting untuk mendorong peran aktif masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bebas rabies melalui pendekatan kesejahteraan hewan.

Baca Juga: 2025, 2.149 Kasus Rabies di NTT dan 10 Orang Meninggal, Masyarakat Diminta Stop Konsumsi Daging Anjing

Dalam sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena menekankan bahwa persoalan rabies membutuhkan penanganan serius, terstruktur, dan melibatkan banyak pihak.

“Kita perlu bergerak bersama, dengan langkah yang cepat, tepat, dan kolaboratif. Lalu lintas hewan antarwilayah harus diatur secara ketat, termasuk penerapan pengandangan atau pengikatan hewan penular rabies agar tidak bebas berkeliaran,” ujar Gubernur.

Ia juga menyoroti pentingnya program vaksinasi massal terhadap hewan sebagai langkah preventif, dengan menggandeng pihak swasta dan lembaga non-pemerintah.

“Penanganan rabies ini mirip seperti penanganan COVID-19. Saat itu mobilitas dibatasi dan vaksinasi digalakkan. Begitu pula dengan rabies, pergerakan hewan perlu dibatasi dan vaksinasi dilakukan secara menyeluruh. Dengan cara ini, penyebaran rabies bisa kita tekan,” lanjutnya.

Baca Juga: Balita di Kupang Meninggal Akibat Rabies, DPRD Tuding Pemkot Lalai

Gubernur Melki juga menyoroti rendahnya pemahaman sebagian masyarakat tentang bahaya rabies, yang kerap dianggap sepele. Oleh karena itu, edukasi publik harus digencarkan.

“Masih banyak yang belum menyadari bahaya gigitan hewan pembawa virus rabies. Kita perlu bangun kesadaran kolektif. Jika masyarakat memahami risikonya, maka partisipasi mereka dalam pengendalian rabies akan meningkat,” tegasnya.

Ia menambahkan, pengendalian rabies juga berkaitan erat dengan citra NTT sebagai destinasi pariwisata.

“Kita ingin NTT bebas rabies agar wisatawan merasa aman datang ke sini. Potensi pariwisata kita sangat besar. Karena itu, penting bagi kita menjaga citra NTT sebagai daerah yang sehat, aman, dan nyaman dikunjungi,” tutup Gubernur Melki.

Baca Juga: Dua Warga Timor Tengah Utara Meninggal Akibat Virus Rabies

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Yohanes Seo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X