Dua Warga Timor Tengah Utara Meninggal Akibat Virus Rabies

photo author
- Sabtu, 14 September 2024 | 14:19 WIB
Korban meninggal akibat gigitan anjing rabies (Ilustrasi)
Korban meninggal akibat gigitan anjing rabies (Ilustrasi)

NTTHits.com, Kefamenanu - Virus rabies kembali merenggut nyawa dua warga Kabupaten Timor Tengah Utara., Angelus Sambi, pemuda berusia 42 tahun dan bocah Adelgunda H. Bone (10) pada Kamis, 12 September 2024.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Timor Tengah Utara, Robertus Tjeunfin kepada wartawan mengatakan, kedua korban didiagnosa tertular virus rabies karena menunjukkan gejala phobia air,  susah menelan makanan dan minuman, takut cahaya, takut angin, susah tidur, dan berhalusinasi.

"Gejala ini dialami oleh kedua pasien," ucapnya, Sabtu, 14 September 2024.

Dari hasil pemeriksaan, almarhum Angelus Sambi menunjukkan gejala berkeringat, air liur berlebihan, mual muntah, masih takut minum air, sulit tidur dan berhalusinasi.

Yang bersangkutan, berdasarkan keterangan pernah digigit anjing 2 tahun yang lalu saat melintas di jalan area BGR Kefamenanu. Pasca digigit, pasien mengobati luka dengan memberikan bubuk kopi dan tidak diberikan vaksin anti rabies.

Pada Minggu, 8 September 2024, almarhum mengalami mual muntah setelah makan daging anjing pada kegiatan arisan keluarga di kilometer 6 jurusan Kupang. Pada Senin, 9 September 2024, yang bersangkutan mengalami gejala susah minum dan susah menelan.

Selasa 10  September 2024 almarhum tidak bisa makan dan minum. Pada Rabu, 11 September 2024 ia mulai berhalusinasi, sakit tenggorokan, sulit menelan, porsi makan sedikit, tidak bisa tidur dan masih takut air.

Merespon kondisi yang bersangkutan, keluarga kemudian mengantarnya ke RSUD Kefamenanu pada sore hari. Kamis, 12 September 2024, almarhum sempat kabur dari RSUD Kefamenanu ke rumah dan meninggal dunia pada hari yang sama.

Sedangkan korban rabies bernama Adelgunda H. Bone (10) mengalami gejala yang sama yakni phobia air, sulit menelan, takut cahaya dan takut angin. Almarhum sebelumnya dirawat di  Puskesmas Oelolok.

Warga RT/RW, 002/001, Desa Sekon, Kecamatan Insana ini kemudian dirujuk ke RSUD Kefamenanu. Almarhum digigit anjing piaraan mereka 2 bulan yang lalu.
 
Dinas Kesehatan Kabupaten TTU, lanjutnya, selalu melakukan sosialisasi dan menganjurkan masyarakat untuk segera melakukan vaksinasi sesaat setelah digigit anjing.

"Jangan main-main dengan gigitan anjing kalau digigit langsung vaksin. Jangan anggap sepele," ungkapnya. (*)





 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Jude Lorenzo Taolin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

370 Perempuan di Kota Kupang Dapat Vaksin HPV

Selasa, 3 Februari 2026 | 15:46 WIB
X