Baca Juga: Cara Mudah Daftar Akun SNPMB 2025, Berlaku untuk SNBP, SNBT, dan Gap Year
BPPTKG terus memantau aktivitas Merapi, terutama suplai magma yang masih berlangsung. Warga diminta menjauh dari wilayah bahaya dan meningkatkan kewaspadaan saat hujan deras mengguyur kawasan puncak.
Dua Gunungapi Turun Status: Kabar Baik dari Iya dan Karangetang
Sementara itu, ada kabar baik dari dua gunungapi lain yang mengalami penurunan status:
1. Gunung Iya di Ende, NTT, turun ke level II (Waspada) pada 8 Januari 2025. Meski aktivitasnya menurun, masyarakat tetap dilarang mendekati radius 2 kilometer dari kawah utama. Letusan Gunung Iya kerap menghasilkan lontaran batu pijar dan abu vulkanik yang berpotensi memicu tsunami jika terjadi longsoran.
Baca Juga: Gunungapi Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur Masih Terus Erupsi
2. Gunung Karangetang di Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, juga turun ke level II pada 11 Januari 2025. Aktivitasnya kini terkonsentrasi di radius 1,5 kilometer dari kawah utama, dengan wilayah sektoral hingga 2,5 kilometer di arah barat daya dan selatan.
Penurunan status ini menjadi harapan bahwa risiko bencana di kedua wilayah tersebut berkurang, meskipun kewaspadaan tetap harus dijaga.
Baca Juga: DPRD Kota Kupang Minta Pemerintah Jangan Paksakan Warga Ganti Minyak Tanah ke Gas
Imbauan untuk Masyarakat
BNPB dan PVMBG mengingatkan masyarakat yang tinggal di sekitar gunungapi aktif untuk selalu memantau informasi resmi dan mengikuti arahan dari pihak berwenang. Potensi bahaya seperti awan panas, lahar, dan lontaran material vulkanik tetap menjadi ancaman serius.
“Keselamatan warga adalah prioritas utama. Jangan abaikan larangan aktivitas di zona bahaya dan waspadai potensi ancaman sekunder seperti lahar hujan,” tegas BNPB dalam rilis resminya.
Untuk informasi lebih lanjut, pantau terus pembaruan dari BNPB dan PVMBG melalui kanal resmi mereka.***