Gunungapi Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur Masih Terus Erupsi

photo author
Lidya Radja, NTT Hits
- Senin, 13 Januari 2025 | 12:45 WIB
Gunung Lewotobi Laki Laki Flores Timur
Gunung Lewotobi Laki Laki Flores Timur

NTTHits.com, Flotim - Gunungapi Lewotobi Laki Laki di Kabupaten Flores Timur (Flotim), Nusa Tenggara Timur (NTT) masih terus erupsi hingga hari ini, Senin, 13 Januari 2025.

Berdasarkan laporan evaluasi yang dirangkum sepekan terakhir, sejak tanggal 1 - 7 Januari 2025, aktivitas erupsi gunungapi dengan ketinggian 1.584 mdpl ini telah terjadi 6 kali. Di sisi lain gempa Letusan terjadi 6 kali, gempa Hembusan 135 kali, gempa harmonik 99 kali, gempa low frekuensi 8 kali, gempa vulkanik dangkal 4 kali, gempa vulkanik dalam 52 kali, gempa tektonik lokal 9 kali, gempa tektonik jauh 48 kali.

Baca Juga: DPRD Kota Kupang Minta Pemerintah Jangan Paksakan Warga Ganti Minyak Tanah ke Gas

Pengamatan visual selama periode tersebut, menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik Gunungapi Lewotobi Laki-laki mengalami sedikit kenaikan, rata-rata tinggi kolom erupsinya 600-1200 meter, dibandingkan dengan periode sebelumnya yakni 100- 1000 meter.

Terlihat api diam di sekitar puncak, mengindikasikan adanya lava yang terdorong ke permukaan, sehingga dapat teramati saat malam hari pancaran warna merah di area puncak. Terdapat endapan material lava serta material yang berpotensi menjadi lahar di area barat-barat laut dan utara-timur laut kawah Gunungapi Lewotobi Laki-laki.

Baca Juga: Hakim PTUN Kupang Tolak Permohonan Pj Bupati Rote Ndao Sebagai Tergugat Intervensi dalam Kasus Keabsahan Ijazah Cawabup

Dari hasil evaluasi tersebut, masyarakat di sekitar Gunungapi Lewotobi Laki–laki dan pengunjung/ wisatawan, diharapkan tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi dan sektoral barat daya - timur laut sejauh 6 kilometer.

Aktivitas erupsi Gunungapi Merapi yang masih cukup tinggi sampai hari di awal tahun 2025 menjadi catatan bagi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) dan pemerintah daerah, menyusul curah hujan di sekitar puncak kawah utama sering terjadi. (*)

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lidya Radja

Sumber: BNPB

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X