NTTHits.com, Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat peningkatan aktivitas vulkanik pada tiga gunungapi utama di Indonesia yang kini menjadi fokus siaga darurat bencana.
Ketiga gunung tersebut adalah Gunung Ibu di Maluku Utara, Gunung Lewotobi Laki-Laki di NTT, dan Gunung Merapi di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Meskipun ada aktivitas yang menurun pada beberapa gunungapi lain, kondisi ini tetap memerlukan kewaspadaan tinggi.
Gunung Ibu: Lava Pijar dan Erupsi Mengguncang Maluku Utara
Gunung Ibu di Halmahera Barat kembali menunjukkan aktivitas signifikan pada Sabtu (11/1) pukul 19.35 WIT. Erupsi memuntahkan kolom abu setinggi 4.000 meter, disertai lontaran lava pijar hingga 2 kilometer dari kawah. Aktivitas ini terekam dengan amplitudo maksimal 28 mm dan durasi 3 menit 5 detik.
PVMBG memperluas radius zona bahaya hingga 4 kilometer dari pusat kawah, dan sektoral hingga 5,5 kilometer ke arah bukaan kawah utara. Warga setempat telah diimbau untuk menghindari aktivitas di area tersebut dan terus mematuhi arahan pemerintah daerah. Gunung Ibu, yang berada di level III (Siaga) sejak Mei 2024, menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik yang konsisten.
Baca Juga: Momen Bersejarah, 15 Putra NTT Lolos Seleksi Jaksa, Stevano Apresiasi Jaksa Agung
Gunung Lewotobi Laki-Laki: Erupsi Beruntun di Flores Timur
Di Nusa Tenggara Timur, Gunung Lewotobi Laki-Laki mencatat 6 kali erupsi sepanjang minggu pertama Januari 2025. Kolom abu mencapai ketinggian 1.200 meter, lebih tinggi dibanding periode sebelumnya. Aktivitas ini juga disertai gempa vulkanik dan harmonik, dengan indikasi lava yang mulai mendekati permukaan.
Material vulkanik terendap di area barat-barat laut dan utara-timur laut kawah, menciptakan potensi bahaya aliran lahar jika terjadi hujan. PVMBG menetapkan radius larangan aktivitas sejauh 5 kilometer dari pusat erupsi, serta sektoral barat daya hingga timur laut sejauh 6 kilometer.
Baca Juga: Kode Keras Patrick Kluivert untuk Pemain Timnas Indonesia: Perjuangkan Menit Bermain di Klub!
Gunung Merapi: Siaga Sejak 2020, Potensi Bahaya Masih Tinggi
Gunung Merapi, yang melintasi empat kabupaten di Jawa Tengah dan Yogyakarta, terus berada di level III (Siaga) sejak November 2020. Aktivitas vulkaniknya tetap tinggi, ditandai dengan guguran lava panas, awan panas guguran (APG), dan curah hujan yang sering memicu lahar.
Potensi bahaya terkini meliputi:
Awan Panas dan Lava Guguran: Sungai Boyong (5 km), Bedog, Krasak, Bebeng (7 km), serta Woro (3 km) dan Gendol (5 km).
Material Letusan Eksplosif: Radius hingga 3 kilometer dari puncak.