NTTHits.com, Borong - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Manggarai Timur, NTT mengamankan seorang pria asal pria asal Kabupaten Ende yang diduga telah membawa lari anak di bawah umur dan persetubuhan anak di bawah umur, Selasa, 28 Maret 2023.
Hal ini dibenarkan Kapolres Manggarai Timur AKBP I Ketut Widiarta melalui Kasat Reskrim Polres Manggarai Timur IPTU Jeffry D.N. Silaban, Rabu, 29 Maret 2023.
Kasat Reskrim menjelaskan pelaku berinisial DP (30) diduga telah membawa kabur, serta menyetubuhi M (16).
"Penahanan dilakukan setelah dilakukan proses sesuai Laporan Polisi LP/35/III/2023 tanggal 20 Maret 2023, dimana telah dilaporkan terjadinya tindak pidana persetubuhan anak dibawah umur ini dilakukan oleh DP terhadap korban M," katanya.
Menurut dia, pelaku DP dilaporkan membawa lari korban pada Minggu 19 Maret 2023 sekitar pukul 19.00 Wita. Pelaku mengajak Korban untuk lari bersamanya ke Ende menggunakan motor milik korban.
Ketika dalam perjalanan menuju Ende, pelaku bersama korban singgah di rumah nenek pelaku yang bertempat di Kisol dengan alasan sudah malam dan tidak punya bensin. Tidak berselang lama bapak dari korban datang untuk menjemput korban. Namun pelaku membawa lari korban ke hutan belakang rumah dan tidur di hutan.
Baca Juga: 45ribu Wajib Pajak di Kupang Telah Laporkan SPT Tahunan
Keesokan harinya tepatnya pada Senin, 20 Maret 2023, korban dan pelaku menumpang ojek menuju Mukun, selanjutnya menuju Mano dan menggunakan trevel menuju Borong tepatnya di Waereca. Sesampainya disana pelaku dan korban menumpang mobil Dum Truk menuju Ende dan tiba pada pagi hari tepatnya Selasa, 21 Maret 2023.
Tak butuh waktu lama Selasa sore, Satuan Reskrim Unit PPA Polres Manggarai Timur bersama keluarga korban menjemput pelaku dan korban untuk dibawa kembali ke Borong.
"Dari hasil pemeriksaan oleh Sat Reskrim unit PPA Polres Manggarai Timur, terjadi juga Tindak pidana Persetubuhan Terhadap Anak yang dilakukan oleh pelaku terhadap korban yang terjadi sebanyak lima kali," terangnya.
Kejadian pertama terjadi pada Oktober 2022 sebanyak dua kali, pada November sebanyak satu kali, dan pada Desember 2022 sebanyak dua kali.
"Yang mana semua kejadian persetubuhan tersebut dilakukan pada tempat yang sama," jelasnya.