hukrim

Bandung dan Bali Tercoreng, Turis Asing Jadi Korban Pelecehan dan Kejahatan Seksual

Sabtu, 4 Januari 2025 | 13:24 WIB
Ilustrasi

NTTHits.com, Jakarta - Dua kasus tragis yang melibatkan wisatawan mancanegara mengguncang dunia pariwisata Indonesia. Dalam waktu berdekatan, Bandung dan Bali, dua destinasi favorit wisatawan, menjadi lokasi insiden pelecehan seksual dan kejahatan berat yang mencoreng citra pariwisata Tanah Air.

Pelecehan di Malam Tahun Baru: Turis Singapura di Bandung

Kegembiraan malam Tahun Baru berubah menjadi mimpi buruk bagi pasangan asal Singapura, Darien dan Joanna (J), yang tengah menikmati suasana Jalan Braga, Bandung.

Saat sedang membuat konten video, seorang pria mendekati J dan melakukan tindakan tidak senonoh dengan menyentuh bagian tubuhnya. Awalnya, pasangan ini mencoba mengabaikan kejadian tersebut. Namun, setelah meninjau rekaman video, mereka menyadari bahwa tindakan itu dilakukan secara sengaja.

Baca Juga: STNK Bakal Berubah! Tambahan 2 Kolom Baru, Opsen Pajak Jadi Beban Baru?

Tidak tinggal diam, J mengunggah pengalamannya ke kanal YouTube mereka, Darien & Joanna, yang langsung mendapat perhatian luas.

“Selama empat bulan di Indonesia, kami selalu disambut dengan keramahan. Tapi kejadian ini sangat mengecewakan. Saya berharap pelaku ditangkap agar menjadi pelajaran,” ujar J dalam videonya.

Kejadian ini mengundang keprihatinan, mengingat Bandung selama ini dikenal sebagai kota ramah wisatawan. Pemerintah daerah diharapkan mengambil langkah serius untuk meningkatkan keamanan publik, terutama di kawasan wisata.

Baca Juga: Rencana Pernikahan Al Ghazali dan Alyssa Daguise, Digelar Dua Hari dengan Adat Jawa, Disiarkan di TV

Pemerkosaan dan Perampokan di Bali: Turis China Jadi Korban

Lebih parah lagi, kasus pemerkosaan dan perampokan menimpa wisatawan asal China, JT, di Bali pada Rabu dini hari, 1 Januari 2025.

Setelah menyaksikan pesta kembang api di Pantai Nyang Nyang, JT memesan jasa tukang ojek pangkalan untuk kembali ke vila. Namun, alih-alih diantar ke tujuan, ia justru dibawa ke lokasi terpencil di Jalan Batu Kandik, Pecatu. Di tempat itu, tukang ojek tersebut memerkosa korban dan merampas gelang berlian miliknya.

Dalam kondisi trauma, JT berhasil melarikan diri dan meminta bantuan warga setempat. Kasus ini mendapat perhatian serius dari Kepala Dinas Pariwisata Bali, Tjokorda Bagus Pemayun.

Baca Juga: Mahkamah Konstitusi Registrasi Gugatan dr. Taolin Agustinus - Yulianus Tai Bere Minta Willybrodus Lay - Vicente Hornai Gonsalves Didiskualifikasi

Halaman:

Tags

Terkini