hukrim

Kompak Indonesia Nilai Dirkrimsus Polda NTT Tidak Mampu Tunjukan Barang Bukti, BBM Yang Hilang Di Tangan Polisi. KPK Diminta Ambil Alih

Jumat, 2 Agustus 2024 | 08:27 WIB
1,8 ton BBM Subsidi jenis minyak tanah yang diduga hilang di tangan polisi (Jude Lorenzo Taolin)

Kinerja Polda NTT dan Polres TTU pun mendapat sorotan dari kalangan Aktivis di NTT.

Tidak main - main, Ketua Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi Indonesia (KOMPAK) Indonesia, Gabriel Goa mendesak pihak Polda NTT untuk segera menunjukkan Barang Bukti dimaksud tanpa rekayasa dalam bentuk apapun.

Barang Bukti 1 unit mobil Mitsubishi Pickup L 30Barang Bukti 1 unit mobil Mitsubishi Pickup L 300 berwarna hitam (Jude Lorenzo Taolin)

Selain itu, ia juga mendesak Kapolda NTT, Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga untuk menjelaskan secara transparan, terkait penanganan kasus BBM jenis Minyak Tanah tanpa dokumen milik salah satu pengusaha di TTU, yang pernah ditangkap tahun 2022.

Ia menduga kuat, selama ini ada kerjasama pihak Kepolisian dengan pengusaha HT.

Pasalnya, Polda NTT pernah menangkap hampir 2 ton (1,8 ton, red) BBM jenis Minyak Tanah (Mitan) milik pengusaha HT tanpa dokumen. Diduga BBM tersebut akan diselundupkan ke negara Timor Leste.

Baca Juga: Kabid Propam Polda NTT Kembali Bungkam, Dugaan Hilangnya Barang Bukti BBM 1,8 Ton. Kompak Indonesia Desak Kapolda Tunjukan BB Tanpa Rekayasa

Kasusnya ditangani Krimsus Polda NTT kemudian Ditkrimsus Polda NTT telah menggelar Konferensi Pers pada Kamis (28/4/2022) lalu dan kasusnya dinyatakan 'naik sidik'.

Namun hingga kini penanganan kasusnya tenggelam alias tidak diproses lanjut.

Penelusuran NTTHits.com, diduga Barang Bukti (BB) yang dititip di Polres TTU berupa 1 unit mobil Mitsubshi L300 dan 1.800 liter minyak tanah yang disimpan di 9 drum berukuran 200 liter dan satu kunci mobil juga telah hilang.

Gabriel Goa meminta pertanggungjawaban penyidik Polda NTT yang pada tahun 2022 menangani kasus tersebut untuk menunjukkan ke publik Barang Bukti yang pernah ditahan tahun 2022 lalu.

"Penyidik yang menangani di Polres TTU kalau profesional, Barang Bukti tidak hilang di tangan Polri. Sehingga kita minta Kapolda NTT segera memerintahkan Kapolres TTU, AKBP. Mohammad Mukhson perjelas status Barang Buktinya tanpa rekayasa", pinta Gabriel.

Baca Juga: Kapolda NTT Diminta Jangan Tutupi Kasus Mafia BBM Subsidi Puluhan Ton di Rumah Warga, Yang Diduga Melibatkan Oknum Anggota

Ia juga mengaku aneh dengan mandeknya penanganan kasus BBM milik pengusaha HT.

"Ada apa dengan Polda NTT dan Polres TTU sehingga setiap penanganan kasus yang langsung melibatkan pengusaha HT, selalu diamankan pihak Polda NTT apalagi Barang Bukti nya diduga hilang di tangan Krimsus. Ini sangat memalukan!!!", tandas Gabriel.

Halaman:

Tags

Terkini