hukrim

Pejabat Polres TTU Saling Tuding Bocorkan Data Dugaan Korupsi OMB dan DIPA. Kasat Reskrim Djoni Boro Disebut Tukang Buat Onar

Rabu, 31 Januari 2024 | 12:54 WIB
Screenshot postingan akun Kopi Pahit (Jude Lorenzo Taolin)

Baca Juga: Oknum Anggota Polisi di Perbatasan RI - RDTL Curhat ke Medsos, Dugaan Korupsi Dana OMB dan DIPA T.A 2022 - 2023

Sekali lagi kami sangat berharap dan bermohon kepada bpk kapolda agar segera menindak lanjuti permasalahan di Polres TTU agar pilplres berjalan aman dan damai terimakasih.

Untuk berita Hoax yang beredar skrng bisa ditanyakan kepada anggota langsung Kebenarannya bagaimana. Kami berharap agar semua dapat cepat selesai dan POLRI dan masyarakat bisa bersatu kembali dan tidak di adu domba karena kepentingan PRIBADI.

Kasat Reskrim Polres TTU, Iptu Djoni Boro, ketika dikonfirmasi awak media, per telepon Selasa (30/1/2024), membantah dengan tegas tudingan yang ditujukan kepadanya.

Menurut Djoni, tudingan yang tertuang dalam surat elektronik terbuka itu sama sekali tidak berdasar dan tidak bisa dibuktikan.

Baca Juga: Dugaan Korupsi Dana OMB, Lakmas NTT Sampaikan Poin Penting dan Minta Sementara Waktu Kapolres TTU di 'Parkir' 

Pasalnya, saat ini dirinya dalam keadaan sakit dan tidak pernah mengonsumsi miras. Ia bahkan tidak pernah main judi, apalagi berupaya menikam institusi dari dalam.

Djoni menegaskan dirinya tidak tahu berapa besar anggaran, apalagi dana OMB lantaran sibuk dengan urusan penanganan kasus-kasus di Polres TTU.

"Saya tidak tahu apa-apa. Biarkan waktu yang membuktikan. Saya bahkan tidak pernah tahu dana OMB dan dana lainnya. Tolong diklarifikasi. Saya yakin Tuhan pasti akan menunjukkan kebenaran di balik peristiwa ini, karena saya masih punya Tuhan Yesus,"pungkasnya.

Untuk diketahui, sebelumnya akun Facebook atas nama Falentinus membeberkan dugaan korupsi dana OMB sebesar Rp1 miliar lebih oleh Kapolres TTU dan menyusul akun Facebook atas nama Osman Laden membongkar dugaan korupsi DIPA tahun 2022 - 2003 sebesar Rp10 miliar lebih.

Baca Juga: Uskup Atambua : Umat Katolik Jaga Kamtibmas Sehingga Pemilu Berjalan Damai

Pemberitaan diberbagai media online dan cetakpun viral mengutip postingan surat elektronik terbuka milik Falentinus dan Osman Laden.

Terkait pemotongan Dana OMB bahwa para anggota terlibat PAM Pemilu diperintahkan Kabag Ops menandatangani daftar nominal sebesar Rp5000.000,- namun hanya dibayarkan Rp1000.000,-

Diketahui sebelumnya, terdapat 115 anggota Polres TTU yang namanya tercantum dalam Sprin yang ditandatangani Kapolres dalam melaksanakan Pam giat kampanye di wilayah Kabupaten TTU.
Namun setelah mencuat pemberitaan di berbagai media terkait dugaan pemotongan Dana OMB, Kapolres TTU diduga secara diam - diam mengambil kebijakan menerbitkan Sprin baru dengan melibatkan 200 anggota lainnya dan beralasan rasa kemanusiaan mengambil dan memberikan kepada mereka Rp500 ribu per orang dari hak 115 anggota terdahulu.

Baca Juga: Kemendes PDTT Latih Pemuda Gereja menjadi Kader Pelopor Pembangunan Desa di Kabupaten Ngada

Halaman:

Tags

Terkini