Pejabat Polres TTU Saling Tuding Bocorkan Data Dugaan Korupsi OMB dan DIPA. Kasat Reskrim Djoni Boro Disebut Tukang Buat Onar

photo author
- Rabu, 31 Januari 2024 | 12:54 WIB
Screenshot postingan akun Kopi Pahit (Jude Lorenzo Taolin)
Screenshot postingan akun Kopi Pahit (Jude Lorenzo Taolin)

"Saya berikan uang 500 itu semata - mata karena saya kasihan melihat anggota saya yang membantu Pam Pemilu", jawab Mukhson kepada media ini melalui pesan WhatsApp tanpa menjelaskan dasar hukum pemotongan hak 115 anggota terlibat OMB.

Belakangan diperoleh informasi, bahwa Kabag Ops Polres TTU juga sudah pernah  diperiksa Paminal Polda NTT terkait dugaan korupsi Dana OMB.
Dan telah diakui ke Paminal Polda NTT bahwa semua yang menjadi kewenangan Kabag Ops dikelola oleh Kapolres Mukhson sendiri sehingga Kabidkum Polda NTT memerintahkan Mukhson untuk segera membayar penuh hak 115 anggota.

"Jadi, Kabag Ops sudah bernyanyi di Polda NTT dan Sprin untuk 200 anggota lainnya itu baru diterbitkan dan bukan atas kesepakatan bersama. Sprin itu baru diterbitkan setelah viral pemberitaan korupsi Dana OMB. Dan menurut kami, Sprin itulah yang diterbitkan untuk menyelamatkan sang Kapolres. Di situ sudah ada niat sejak awal yakni mencuri hak anggota, uang sudah masuk saku. Paminal Mabes Polri bantu kami melihat kebijakan yang salah dari pimpinan kami ini. Kami sudah sangat jenuh dengan ulah pimpinan kami dan pejabat penjilat lainnya. Hanya demi mempertahankan jabatan yang didapat dari Kapolres TTU keluhan kami diabaikan. Pemeriksaan oleh Paminal Polda NTT pun diwarnai intimidasi untuk mengakui kebijakan Kapolres sudah benar ", aku pemilik akun Facebook Falentinus dan Osman Laden. *

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Jude Lorenzo Taolin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X