Waket Komisi III DPR RI Benny Harman Singgung Skandal MTN Bank NTT

photo author
Yohanes Seo, NTT Hits
- Jumat, 24 Februari 2023 | 08:26 WIB
Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Benny K Harman
Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Benny K Harman

NTTHits.com, Kupang - Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Benny Kabur Harman dalam tweetnya di media sosial Twitter menyinggung terkait kasus Medium Term Note (MTN) Bank NTT senilai Rp50 miliar.

Dalam tweet tersebut Benny juga menyinggung Aaparat Penegak Hukum (APH) agar tidak diam dengan skandal MTN Bank NTT yang diduga melibatkan perjabat tertinggi di Bank itu.

"Ada apa kisruh di Bank NTT ini. Saya meneruskan suara rakyat NTT yg meminta APH tdak berdiam diri dgn skandal MTN yg diduga melibatkan pejabat tertinggi di Bank NTT itu. Bank NTT adlh tempat uang masyarakat dikelola.Wajar lah jika rakyat mempersoalkannya bukan?#RakyatMonitor#" tulis Benny lewat akun twiiternya, @BennyharmanID.

Baca Juga: Belum Ada Sekolah di NTT yang Masuk 200 Besar Terbaik

Diketahui berdasarkan hasil Audit BPK Perwakilan NTT ditemukan adanya potensi kerugian senilai Rp50 miliar ditambah bunga Rp10,5 miliar dalam pembelian MTN PT SNP oleh Bank NTT.

Kasus ini pun telah dilakukan penyelidikan oleh Kejaksaan Tinggi (NTT) sejal 2021 lalu, namun sudah berulang tahun, namun belum dinaikan statusnya ke penyidikan.

Tweet Benny K Harman soal MTN Bank NTT
Tweet Benny K Harman soal MTN Bank NTT

Mantan Direktur utama (Dirut) Bank NTT, Izhak Eduard Rihi menyebutkan Dirut Bank NTT saat ini, Alex Riwu Kaho (ARK) sebagai sosok yang paling bertanggung jawab dalam kasus dugaan korupsi pembelian MTN PT SNP senilai Rp50 Miliar.

Baca Juga: Terima Dubes Italia, Gubernur NTT Tawarkan Kerjasama Energi Baru Terbarukan

Pasalnya, dalam LHP BPK RI Tahun 2020, BPK menyebutkan bahwa Kepala Divisi Treasury Bank NTT, adalah sosok yang paling bertanggung jawab dalam kasus tersebut. Saat itu jabatan Kepala Divisi Treasury dipegang Alex Riwu Kaho.

Dalam LHP BPK saat itu, menurut dia, temuan terkait kasus MTN PT SNP tersebut bukan ditujukan kepada direksi melainkan kepada pejabat yang berwenang yakni Kepala Divisi Treasury Bank NTT.

Usai menerima LHP BPK tahun 2020 saat itu, jelas dia, dirinya selaku Dirut Bank NTT saat itu, sepakat dengan BPK RI bahwa kasus pembelian MTN PT SNP bermasalah.

Baca Juga: Polisi Terapkan Sistem Buka Tutup Jalan di Lokasi Longsor Takari

Dalam kasus pembelian MTN PT SNP sebesar Rp50 Miliar, katanya, Aparat Penegak Hukum (APH) yang saat ini sedang melakukan penyelidikan harus jujur dengan menindak lanjuti temuan LHP BPK RI.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Yohanes Seo

Tags

Rekomendasi

Terkini

X