Bongkar Jaringan Mafia Human Traficking dan BBM Subsidi, Polisi Rudi Soik Dkk Malah Dikriminalisasi

photo author
- Rabu, 31 Juli 2024 | 11:39 WIB
Ipda Rudi Soik (Istimewa)
Ipda Rudi Soik (Istimewa)

“Dana triliunan untuk biaya subsidi BBM bagi Nelayan dan Petani NTT dirampok secara berjamaah di NTT,” tegasnya.

Ia mengajak seluruh Rakyat NTT untuk tidak diam dengan masalah ini.

"Masyarakat NTT segera bangkit dan bergerak pasca Catar tidak ada putera asli NTT. NTT Bukan Anak Tiri di NKRI jadi sudah waktunya solidaritas bersama untuk mendukung putra daerah Ipda Rudi Soik dan kawan - kawan dalam memberantas kejahatan di NTT", himbau Gabriel.

Baca Juga: PNM Dorong Ekonomi Kerakyatan Melalui Penguatan Peran Perempuan

Ia pun kembali mengajak Solidaritas Rakyat NTT, Penggiat Anti Human Trafficking, Penggiat Anti Korupsi, Penggiat HAM, Lembaga Agama, Lembaga Masyarakat dan ORMAS, Mahasiswa dan Mahasiswi serta Pers untuk solid berkolaborasi mendukung total Rudi Soik dan kawan - kawan yang adalah putera Asli NTT untuk berjuang memberantas mafiosi kejahatan di NTT yang diduga kuat dibekingi “Bos-Bos Oknum Pimpinan Polda NTT dan RS dan kawan - kawan  yang dikriminalisasi karena mereka berani membongkar kejahatan Mafiosi BBM Subsidi di NTT.

Dukungan lain datang dari Kepala Ombudsman RI Perwakilan NTT, Darius Beda Daton.

Kepada awak media, ia mengatakan masih mengecek ke Propam Polda NTT untuk mengetahui persis pelanggaran disiplin apa yang dilakukan Rudi Soik, dkk.

“Ini mesti saya cek dulu di Propam Polda. Alasan RS dkk diperiksa di Propam Polda itu terindikasi melakukan pelanggaran disiplin apa. Ini mesti di gali,” ucap Beda Daton.

Baca Juga: Wartawati Jude Lorenzo Taolin Diancam Soal Berita Mafia BBM, Agen CIA di Rusia Angkat Bicara

Pihaknya akan menggali seperti apa duduk masalahnya yang menimpa RS, dkk sehingga diproses hukum di internal. Baru akan memberi pernyataan resmi ke publik.

Sementara pihak Polda NTT, melalui Kabid Humas Polda NTT, Aryasandi ketika dikonfirmasi awak media melalui pesan whatsapp belum aktif.

Diketahui, 14 anggota Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kupang Kota dimutasi serentak.

Mutasi yang terkesan mendadak saat dugaan mafia BBM subsidi sedang ditangani ini dilakukan sesuai Surat Nomor KEP/394/2024 tertanggal 18 Juli 2024 tentang Mutasi Polda NTT yang dikeluarkan pada Selasa (23/7/2024).

Baca Juga: Ada apa? Penyidik Polresta Kupang Kota Dinilai Langgar Kode Etik Setelah Berhasil Ungkap Dugaan Mafia BBM Yang Melibatkan Oknum Krimsus Polda NTT 

Surat ini ditandatangani Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo SDM) atas nama Kapolda NTT, Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Jude Lorenzo Taolin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X