NTTHits.com, Kupang - Pemerintah Provinsi NTT mengirim 1.650 sapi ke tiga wilayah di Indonesia yakni Jakarta, Pekan Baru dan Banjarmasin guna memenuhi kebutuhab daging selama bulan Ramadhan.
Sebanyak 1.650 Ekor Sapi dikirim ke tiga wilayah di Indonesia yakni Jakarta 550 ekor, Pekanbaru 550 ekor, dan 550 ekor lagi untuk Banjarmasin.
Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Kupang, Yulius Umbu Hunggar menjelaskan 1.650 ekor sapi itu dikirim secara bertahap menggunakan KM Asia Pasifik, KM Camara Nusantara 4, dan KM Camara Nusantara 2.
Baca Juga: Kasus Korupsi Dana Covid, Mantan Sekda Flotim Divonis 7,5 Tahun Penjara
“Sebanyak 1.650 ekor kita muat dan kirim dari Pelabuhan Laut Wini dan Pelabuhan Laut Tenau. Secara keseluruhan sudah ada 13.000 hewan yang dikirim dari Provinsi NTT untuk kebutuhan Masyarakat diseluruh wilayah Indonesia pada bulan Ramadhan,” jelas Julius.
Julius juga mengucapkan terimakasih kepada Kepala Badan Karantina Kementan dan Pemerintah Provinsi NTT yang telah memberikan perhatian serius untuk menjaga NTT menjadi zona hijau dari kasus PMK.
Sementara itu, melalui sambutannya Kepala Badan Karantina Kementerian Pertanian, Bambang memastikan pasokan pangan dan harga pangan di Provinsi NTT saat ini relatif stabil dan terjangkau.
Baca Juga: Kapolda NTT: Data Polri Lima Tahun Terakhir 410 TKI Dilaporkan Meninggal Dunia
“Saya sangat apresiasi kerja keras dan upaya dari Pemda NTT, sehingga pasokan dan harga pangan di NTT tetap stabil, tidak mengalami kenaikan dan dalam kondisi cukup," ucap Bambang.
Bambang berharap situasi tersebut terus berlanjut, sehingga tidak akan menimbulkan dampak persoalan di bulan Ramadhan maupun perayaan Idul Adha kedepan.
Saat ini, kata dia, NTT berada pada zona hijau penyakit mulut dan kuku (PMK) dan Lumpy Skin Disease (LSD) yang menyerang sapi. Karena itu mengapresiasi kerja pemerintah Provinsi NTT dan masyarakat yang masih menjaga NTT tetap hijau dari PMK dan LSD.
“Beberapa waktu lalu kita sempat mengalami PMK dan beberapa kasus LSD, namun kita harus bersyukur karena NTT masih zona hijau," katanya.
Baca Juga: BBNKB Gratis Bagi Kendaraan Bernopol Luar Daerah Mutasi Masuk NTT
Dia mengingatkan penerapan fasilitas bio security harus terus dijaga dan ditingkatkan untuk menghindari hewan ternak dari berbagai serangan virus.