Dana Pihak Ketiga, secara YoY dilevel nasional 6,72persen,sedangkan NTT sekitar 4,67persen.
Intermediasi perbankan tumbuh positif dan perbankan terhadap perekonomian cukup tinggi.
Tingginya LDR (>100persen) menunjukkan tingginya dana luar provinsi yang digunakan untuk penyaluran kredit.
“Terdapat gap DPK-Kredit terutama pada perseorangan,”kata Bambang.
Baca Juga: Pemkot Janjikan Bonus Tambahan Bagi Tim Persekota Kupang
Disisi lain, kredit perbankan di NTT meningkat pada posisi triwulan ke III 2024,seiring dengan peningkatan NPL pada bank umum di NTT,namun demikian rasio NPL masih dibawah threshold 5persen yang mengindikasikan kualitas perkreditan perbankan NTT relatif baik.
OJK melalui program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) berupaya terus meningkatkan pendidikan literasi dan inklusi keuangan, produk produk keuangan termasuk perencanaan keuangan, agar
dengan semakin paham dalam memahami literasi keuangan, maka semakin bijak menggunakan uang. (*)