NTTHits.com, So’e - Total kredit yang bergulir di Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai Rp.42 Triliun, 60 persennya merupakan kredit konsumtif untuk biaya sosial (social cost), kebutuhan pesta dan acara-acara adat lainnya.
“Dari sekitar Rp.42triliun kredit yang beredar di NTT, 60persennya adalah konsumtif,”kata Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTT,Japarmen Manalu,saat Media Gathering, Selasa,10 Desember 2024.
Baca Juga: BRI, AI Tidak Menggantikan Manusia, Tapi Tingkatkan Produktivitas
NTT ditenggarai dengan kebiasaan biaya sosial yang sangat tinggi,seperti acara wisuda, babtis, sambut baru, nikah, mahar, pesta syukuran dan lain sebagainya yang meminjam dari perbankan. Hal tersebut menurut dia, otomatis menurunkan daya beli dan saving (simpanan).
“Biaya sosial di NTT itu sangat tinggi, wisuda pesta, sambut baru pesta, pesta besar besaran, nah itu kalo dipinjam dari perbankan,”tambah Japarmen.
Baca Juga: Hakordia 2024 Ternoda, Kejari Kota Kupang Mandek Tangani Kasus Korupsi
Ia menjelaskan, Dana Pihak Ketiga (DPK), secara nasional bertumbuh 6,72 persen sedangkan NTT dibawah nasional yakni 4,67persen (YoY), sementara YtD, NTT 5,19 persen diatas nasional yakni 3,47persen.
Kondisi tersebut diharapkan terus bertumbuh, sehingga Loan to Deposit Ratio (LDR) NTT yang saat ini berada diangka 125 persen bisa turun, karena angka tersebut berarti kredit yang disalurkan di NTT jauh lebih besar dari dana yang di himpun. Artinya, dari angka LDR 125persen tersebut, 25persen dari total kredit di NTT didanai dari luar NTT, berarti bank akan membebankan bunga pada masyarakat sehingga otomatis semakin mengerus kemampuan saving dan kemampuan membeli.
“Artinya kita masih kekurangan dana pihak ketiga, jadi ideal LDR itu maksimal 100persen”jelas Japermen.
Baca Juga: Exit Meeting Pemeriksaan BPK RI, Pemkot Komit Wujudkan Tata Kelola APBD Transparan dan Efisien
Kepala Bagian Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) OJK NTT, Bambang Purwogandi, mengatakan, dari sisi aset, kredit maupun dana pihak ketiga bertumbuh secara positif meski dibawah nasional.
Nasional berada diangka 7,25persen (YoY) sementara perbankan NTT hanya tumbuh 2,78persen
Kredit, relatif dibawah pertumbuhan secara nasional 10,83persen,NTT tumbuh hanya sebesar 4,65persen.
Baca Juga: HDI, Pemkot Kupang Tegaskan Upaya Ciptakan Lingkungan Inklusif Bagi 1.023 Penyandang Disabilitas