NTTHits.com, Kupang - DPRD NTT meminta Bank NTT untuk hentikan foya-foya yang menyusahkan rakyat, karena masyarakat saat ini susah. Apalagi dengan ancaman resesi di tahun ini.
"Hentikan foya-foya yang nenyusahkan rakyat, karena kondisi lagi susah. Abrasi menerjang TTS dan hama belalang yang menerjang Sumba," kata Wakil Ketua DPRD NTT, Ince Sayuna saat rapat bersama komisi III DPRD NTT, Selasa, 10 Januari 2023.
Penegasan ini disampaikan Ince terkait pemenuhan modal inti Bank NTT serta deviden Bank NTT. "Bank NTT jaman Piet Tallo (Alm) bisa setor deviden 18 persen ke Pemprov NTT. Nah, dengan kondisi daerah saat ini, seharusnya bank peduli," ujarnya.
Baca Juga: Ombudsman Verifikasi Materi Laporan Mantan Dirut Bank NTT
Hal senada diungkapkan Jonas Salean yang mempertanyakan bonus hari raya, akhir tahun dan biaya lembur pegawai Bank NTT. "Banyak keluhan yang masuk, dulu-dulu ada bonus bagi pegawai," katanya.
Tidak hanya itu, Jonas juga mempertanyakan jam kerja pegawai Bank NTT sesuai UU Ketenagakerjaan. Dimana jam kerja biasanya hingga pukul 16.00 Wita, jika lebih dari jam itu, maka dikenakan bonus.
"Kalau semua di kantor dan lewat jam kantor, maka terhitung lembur. Tolong sampaikan ini ke Dirut," pinta Jonas.
Baca Juga: Siap-siap...Pegawai Bank NTT Akan Diperiksa Sebagai Saksi Kasus Korupsi
Dia menambahkan apa yang disampaikan Ibu Ince harus menjadi perhatian serius agar tidak foya-foya habiskan uang. "Kami tidak mau omong di belakang-belakang. Kami sampaikan apa adanya," katanya.
Rapat dengar pendapat ini dipimpib Ketua Komisi III DPRD NTT, Jonas Salean, dihadiri Direktur IT dan Operasional, Hilarius Minggu dan sejumkah komisrais. ***