NTTHits.com, Ruteng – Dalam menghadapi dinamika global saat ini, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menunjukkan respons yang cepat dan strategis.
Baru-baru ini, para kepala daerah se-NTT melakukan kunjungan ke Jakarta, bertemu dengan 21 pejabat dari 25 kementerian/lembaga, serta Gubernur DKI Jakarta.
Kunjungan ini membuahkan hasil positif. Salah satu poin penting adalah penunjukan NTT sebagai salah satu sentra produksi padi dan jagung nasional.
Baca Juga: Gubernur Melki Laka Lena: Dapur Pemenuhan Gizi di Manggarai Salah Satu yang Terbaik di NTT
Pemerintah pusat menugaskan NTT untuk mengembangkan sektor pertanian dengan dukungan penuh dari kementerian terkait.
“NTT kini dipercaya sebagai salah satu daerah sentra pertanian nasional, khususnya untuk komoditas padi dan jagung. Untuk padi, kita bekerja sama dengan TNI, sedangkan jagung kita sinergikan bersama Kepolisian,” ungkap Gubernur NTT, Melki Laka Lena saat beraudiens dengan para Kepala Sekolah di Manggarai, Jumat, 11 April 2025.
Kolaborasi ini telah menunjukkan hasil. Baru-baru ini, panen jagung berhasil dilakukan berkat dukungan fasilitas yang difasilitasi saat pertemuan di Jakarta. Namun demikian, pemerintah daerah menegaskan bahwa langkah ini belum cukup.
Baca Juga: Gubernur NTT: Beasiswa Hanya untuk Anak yang Benar-Benar Miskin
“Kita butuh keterlibatan yang lebih luas, termasuk dari dunia pendidikan,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, dua menteri akan mengunjungi NTT pekan depan. Menteri Koperasi dijadwalkan datang pada hari Senin untuk membahas program penguatan koperasi, termasuk "Operasi Merah Putih".
Sementara itu, pada hari Rabu, Menteri Pendidikan Tinggi dan Riset Teknologi akan berkunjung untuk meninjau SMA unggulan di TPS (Tempat Pengembangan Sumber Daya).
“Kami sudah berdiskusi panjang dengan Menteri dan Wakil Menteri terkait pengembangan pendidikan tinggi di NTT. Kita dorong kampus-kampus di sini tidak hanya fokus pada teori, tapi juga terjun langsung mendukung program-program strategis pemerintah,” katanya.
Mahasiswa kini didorong untuk keluar dari ruang kelas dan membantu penanganan stunting, kemiskinan ekstrem, serta mengembangkan potensi peternakan dan pertanian daerah.