NTTHits.com, Borong – Di tengah kesibukannya sebagai Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena menyempatkan diri kembali ke tempat yang penuh kenangan—Seminari Pius XII Kisol, Manggarai Timur.
Dalam sebuah seminar bersama Romo Fery Warman, PR, serta para siswa dan alumni, Melki tak sekadar hadir sebagai pejabat, melainkan sebagai seorang putra yang kembali ke rumah lamanya.
Dengan nada penuh kehangatan, Gubernur Melki membagikan kisah masa lalunya sebagai seorang seminaris. Ia mengenang bagaimana hidup di seminari telah membentuk karakter, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab yang mengantarnya hingga menjadi pemimpin NTT saat ini.
Baca Juga: Gubernur NTT Ancam Cabut SIP Dua Dokter Anestesi RS TC Hillers yang Mogok Kerja
“Di tempat ini, saya dilatih untuk selalu berbuat lebih dari yang diminta. Kalau disuruh kerja sampai poin tujuh, saya dan teman-teman selalu ingin mencapai poin sepuluh. Itulah semangat anak seminari,” ujarnya disambut tepuk tangan hadirin.
Ia juga bercerita tentang masa remajanya yang penuh warna—dari bermain basket di lapangan seminari, hingga memainkan gitar bersama sahabat-sahabatnya. "Kami datang dari berbagai penjuru NTT, tapi di sini kami dibentuk sebagai satu keluarga besar," kenangnya.
Melki tidak lupa menyampaikan pesan penting kepada para siswa yang sedang menempuh pendidikan di Seminari Kisol. “Sekolah ini adalah salah satu yang terbaik di NTT dan bahkan di Indonesia. Kalian harus bangga, dan jadikan setiap hari di tempat ini sebagai bekal menjadi pemimpin yang rendah hati dan siap berkorban.”
Baca Juga: Gubernur NTT Dorong Hilirisasi Moke Aimere, Target Perputaran Uang Capai Triliunan Rupiah
Dalam suasana haru, Romo Fery menyampaikan sebuah kisah kecil yang menggugah hati. Ia menceritakan saat menemukan sebuah dompet cokelat berisi uang dan foto kecil.
“Saya serahkan dompet itu kepada Pak Gubernur. Dari cerita ini, saya ingin mengingatkan: jangan ambil yang bukan milikmu. Berikan kepada pemiliknya. Itulah keadilan yang memuliakan,” tutur Romo Fery.
Ia juga menitipkan doa agar Gubernur Melki menjalani tugas sebagai pemimpin lewat jalan salib pengabdian, seperti Kristus yang mengorbankan diri-Nya untuk kehidupan umat manusia.
“Semoga bapak Gubernur menjadi pemimpin yang memuliakan kehidupan masyarakat NTT lewat jalan salib pelayanan.”
Sebagai penutup, Melki menyatakan komitmennya untuk terus mendukung Seminari Kisol, terutama menjelang perayaan 70 tahun berdirinya lembaga pendidikan ini.