Efek Pemangkasan Anggaran, Masa Depan Pendidikan Indonesia di Ambang Krisis?

photo author
Yohanes Seo, NTT Hits
- Jumat, 14 Februari 2025 | 18:12 WIB
Kabinet ‘gemuk’ di tengah adanya efisiensi anggaran. Bagaimana faktanya? (instagram.com/sekretariat.kabinet)
Kabinet ‘gemuk’ di tengah adanya efisiensi anggaran. Bagaimana faktanya? (instagram.com/sekretariat.kabinet)

Rekomendasi untuk Solusi

JPPI mendesak pemerintah untuk meninjau kembali kebijakan pemangkasan ini. Beberapa rekomendasi yang diajukan antara lain:

  • Menjaga alokasi minimal 20% APBN untuk pendidikan, sesuai amanat UUD 1945 Pasal 31 Ayat 4.
  • Memastikan program prioritas seperti BOS, PIP, dan beasiswa tetap berjalan tanpa hambatan.
  • Mengalokasikan anggaran secara efisien dan transparan, tanpa mengorbankan hak dasar pelajar dan tenaga pendidik.
  • Mengoptimalkan dana CSR dari perusahaan besar untuk menutupi kekurangan anggaran.
  • Meningkatkan kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan lembaga pendidikan untuk mencari sumber pendanaan alternatif.

“Pendidikan adalah hak dasar setiap warga negara. Pemerintah harus lebih memperhatikan nasib anak-anak yang tidak sekolah, guru honorer yang belum sejahtera, serta biaya pendidikan yang semakin mahal,” tegas Ubaid.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yohanes Seo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X