Masuk Sekolah Terlalu Pagi Bisa Ganggu Kesehatan Anak

photo author
Yohanes Seo, NTT Hits
- Selasa, 28 Februari 2023 | 07:29 WIB
Ikustrasi siswa belajar di sekolah
Ikustrasi siswa belajar di sekolah

Sebuah studi dalam Journal of Youth and Adolescence tahun 2015, dilansir dari Huffington Post, menemukan bahwa remaja yang tidur rata-rata enam jam per malam dilaporkan tiga kali lebih mungkin untuk menderita depresi. Kurang tidur juga meningkatkan risiko upaya bunuh diri anak hingga 58 persen.

Satu studi menemukan bahwa jika anak sekolah tidur malam lebih larut barang 10 menit saja, ada peningkatan risiko sebanyak 6 persen untuk mereka mengonsumsi alkohol atau ganja dalam satu bulan terakhir. Kurang tidur juga meningkatkan risiko anak sekolah jadi ketergantungan pada obat-obatan antikecemasan dan obat tidur. Nantinya, efek dari penyalahgunaan obat-obatan ini memicu anak semakin cemas dan sulit tidur.

Baca Juga: Hanya Tujuh Siswa yang Hadir Saat Jam Masuk Sekolah Pukul 05.00 Wita

Kapan waktu masuk sekolah yang paling ideal bagi anak sekolah?

Pengamat pendidikan Doni Koesoema, dilansir dari Berita Satu, menilai jam belajar siswa Indonesia terlalu lama. Dalam Kurikulum 2013, anak sekolah di Indonesia rata-rata mulai sekolah pukul 6.30 hingga 7 pagi, dan selesai pukul 15.00 WIB.

Sepulang sekolah mereka mungkin disibukkan oleh rentetan kegiatan ekstrakurikuler, seperti klub olahraga atau Dari Kecil Sudah Ikut Les atau Kursus, Apakah Baik untuk Perkembangan Anak? di sana-sini, sehingga mereka mungkin pulang larut malam. Ironisnya, nilai yang ditunjukkan anak Indonesia setelah melalui 8 jam lebih belajar nonstop tetap terbukti lebih rendah daripada pelajar Singapura, yang notabene hanya belajar 5 jam saja.

The American Academy of Pediatrics menekankan agar setiap sekolah mengundur jam waktu mulai kegiatan belajar untuk anak-anak, terutama remaja, karena efeknya yang lebih baik untuk kesehatan mental dan fisik mereka. Jadi, kapan sebenarnya jam masuk sekolah yang paling ideal untuk anak sekolah jika dilihat dari durasi tidurnya?

Baca Juga: Calon Pengantin di Kupang Wajib Konsumsi Tablet, DPPKB : Edaran Itu Sifatnya Imbauan Tekan Stunting

Sekolah Dasar (usia 6-12 tahun)

Durasi tidur yang dibutuhkan bagi anak usia sekolah dasar (6-13 tahun) adalah sekitar 9-11 jam per hari. Jika waktu tidur malam anak disamaratakan pada pukul 8 malam, ini artinya mereka harus bangun pagi sekitar pukul 6.15-6.30 pagi.

Dan dengan mempertimbangkan lama waktu anak bersiap-siap (tanpa harus terburu-buru atau diteriaki ortu) serta sarapan pagi, jam masuk anak sekolah SD di Jakarta yang tadinya pukul 6.30 seharusnya digeser menjadi 7.30 pagi. Hal serupa dikemukakan oleh Retno Listyarti, Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia(FSGI), dikutip dari Parenting.

Sekolah Menengah (13-18 tahun)

Sedikit beda dengan anak SD, kecenderungan anak sekolah SMP dan SMA untuk tidur larut malam selain karena tumpukan PR namun juga karena gejolak hormon selama masa puber. Jam internal tubuh, yang disebut irama sirkadian, pada anak remaja mungkin bergeser sedikit saat mereka puber, kata Judith Owens, MD, MPH, direktur Pusat Gangguan Tidur Pediatric di Rumah Sakit Anak Boston, dilansir dari WebMD. Pergeseran jam sirkadian tubuh membuat otak anak remaja tidak mulai memproduksi melatonin (hormon tidur), sampai nanti larut malam.

Baca Juga: Viral Video Gubernur NTT Minta Sekolah Dimulai Pukul 05.00 Wita Pagi

Selain itu, remaja memiliki dorongan tidur yang lebih lambat dari anak-anak kecil, yang berarti mereka tetap bisa terjaga lebih lama, bahkan ketika mereka kurang tidur. “Akan lebih sulit bagi mereka untuk tertidur secara alami di bawah pukul 11 malam,” kata Owens. Itu sebabnya menunda jam mulai sekolah mungkin lebih masuk akal dan lebih efektif daripada menyuruh anak tidur lebih cepat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yohanes Seo

Sumber: hallosehat.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X