Masuk Sekolah Terlalu Pagi Bisa Ganggu Kesehatan Anak

photo author
Yohanes Seo, NTT Hits
- Selasa, 28 Februari 2023 | 07:29 WIB
Ikustrasi siswa belajar di sekolah
Ikustrasi siswa belajar di sekolah

NTTHits.com, Jakarta - Gubernur NTT mengeluarkan kebijakan kegiatan belajar-mengajar (KBM) pada Pukul 05.00 Wita, atau yang paling pagi di Indonesia.

Jam masuk sekolah yang dinilai kepagian ini tak ayal sempat dibanjiri kritik pedas dari berbagai kalangan, seperti Ombusdman, dan orang tua siswa.

Pemerintah Jakarta sebelumnya juga pernah mengeluarkan kebijakan sekolah pukul 6.30 Wib. Juga menuai protes dan kritik.

Baca Juga: Kebijakan Sekolah Jam 5 Pagi Gubernur NTT, Jejaring Indonesia Bersurat ke Presiden

Dilansir dari hallosehat, Forum Musyawarah Guru Jakarta (FMGJ) mengatakan jam masuk sekolah yang terlalu pagi ini melanggar hak anak. Jam belajar yang kepagian juga meningkatkan risiko gangguan pencernaan karena kebanyakan anak sekolah tidak sempat makan dalam waktu lama.

Ditambah lagi, pola masuk sekolah yang memaksa anak untuk tidur larut malam dan bangun pagi buta jadi mengacak-acak kualitas tidur mereka. Tak sedikit penelitian yang sudah membuktikan bahwa kurang tidur akan berdampak buruk bagi kesehatan fisik dan mental anak sekolah.

Anak sekolah butuh belajar sebaik mungkin. Tapi ada satu hal yang sama pentingnya namun sering diabaikan: Tidur.

Tidur merupakan salah satu kebutuhan anak. Tidur mendukung proses otak yang sangat penting untuk belajar, pengawetan memori, dan pengaturan emosi. Di malam hari, otak mengulas dan memperkuat informasi yang diperoleh selama seharian penuh. Ini membuat informasi-informasi yang mereka dapat saat di kelas seharian tadi akan lebih mudah untuk diingat di kemudian hari.

Melewatkan waktu tidur bisa sangat berbahaya. Seiring waktu, pola “tidur larut malam, bangun pagi buta” ini dapat menyebabkan sejumlah risiko kesehatan.

Remaja yang kurang tidur juga lebih cenderung lalai, impulsif, hiperaktif, dan menentang, sehingga bukan lagi berita baru bahwa remaja yang tidak mendapatkan cukup tidur tidak menonjol dalam bidang akademis dan perilaku. Anak yang kurang tidur lebih mungkin untuk tertidur di kelas selama pelajaran berlangsung.

Baca Juga: Masuk Sekolah Pukul 05.00 Wita Jadi Budaya Baru di NTT dan Satu-satunya di Indonesia

Di samping itu, kurang tidur juga dikaitkan dengan risiko kolesterol tinggi dan obesitas di masa depan. Sebuah studi menemukan bahwa efek jangka pendek dari kurang tidur, seperti pilek, flu, dan gangguan pencernaan, lebih sering timbul ketika anak tidur kurang dari tujuh jam.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yohanes Seo

Sumber: hallosehat.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X