NTTHits.com, Kupang - Program pembentukan Kampung Moderasi Agama di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan inisiatif guna mempromosikan harmoni dan toleransi keagamaan, yang menunjukkan nilai-nilai saling menghormati, memahami, dan bekerja sama di antara kelompok agama yang beragam.
"Kampung Moderasi Beragama merupakan inisiatif untuk mempromosikan harmoni dan toleransi keagamaan,"kata Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Kampung Moderasi Beragama,H. Moh Saleh, Rabu, 19 Juli 2023.
Baca Juga: Pembenahan dan Percepat Akses Informasi, Pemkot Kupang Segera Benahi SDM dan Sarpras
Dibentuknya Kampung Moderasi Beragama tingkat Kota Kupang yang dilaunching di Masjid Al - Iklas,Kelurahan Penkase Oeleta, Kecamatan Alak, Kota Kupang, menurut dia, merupakan Progam Pemerintah, berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Nomor 137 Tahun 2023, Tentang Pedoman Pembentukan Kampung Moderasi Beragama.
Tujuan dari adanya Kampung Moderasi Beragama guna mewujudkan kedamaian, toleran dan saling menghormati tanpa menimbulkan konflik kerena perbedaan agama yang ada.
Baca Juga: Raih Penghargaan Badan Publik Informatif, George Hadjoh : Itu Menunjukkan Pemerintah Kerja Jujur
Populasi yang beragam, terdiri dari umat Islam, Kristen, Hindu, Buddha, dan kepercayaan lainnya, yang hidup bersama dalam harmoni dan saling menghormati. Lebih dalam, Panut, menyoroti pentingnya moderasi beragama dalam kehidupan yang beragama. sekaligus untuk membumikan moderasi beragama dibutuhkan pemahaman dan kolaborasi yang seragam antar warga masyarakat secara luas, pemerintah setempat dan tokoh agama.
"Kampung Moderasi Beragama merupakan contoh bagi komunitas lain di seluruh negara dan di luar sana, yang menunjukkan bahwa kehidupan bersama yang damai adalah mungkin, meskipun dunia dipenuhi dengan keragaman umat beragama,” tambah Moh Saleh.
Baca Juga: Puluhan Paguyuban Jawa di Kota Kupang Ikut Meriahkan Malam Pagelaran Tahun Baru Islam
Kasi Pendis Kemenag Kota Kupang, Nuraini Wahid, mengatakan, peluncuran Kampung Moderasi Beragama merupakan langkah penting dalam membangun harmoni dan pemahaman keagamaan dalam masyarakat. Desa yang menjadi percontohan ini menjadi bukti nyata akan kekuatan saling menghormati, dialog, dan kerja sama antara komunitas keagamaan yang berbeda.
"Kita senantiasa bersama menciptakan kehidupan yang rukun, aman dan damai, hal tersebut merupakan modal besar dalam membangun kota Kupang yang kita cintai ini,"kata Nuraini Wahid.
Baca Juga: Pergantian Tahun Baru Islam, Hari Ini Paguyuban Jawa Kota Kupang Gelar Kirab Grebeg Suro
Tujuan moderasi beragama yaitu untuk menguatkan eksistensi penyuluh Agama Islam di tengah masyarakat dan meningkatkan kualitas pembinaan moderasi beragama kelompok sasaran oleh penyuluh Agama Islam.