Baca Juga: Kelola Aset dan Keuangan Daerah Gagal, Patut Perhatian Serius Pemkot Kupang
Hasil kajian terhadap 1.610 anak dan orang muda dari periode Juli – Oktober 2022, cukup mengejutkan,dari data sampel, 49,1% siswa sekolah menengah dan universitas telah melakukan intimidasi terhadap orang lain di internet.
Di sisi lain, 58,6% siswa telah menjadi korban perundungan online dalam tiga bulan terakhir. Kajian juga menemukan bahwa remaja di bawah 15 tahun memiliki peluang lebih tinggi untuk menjadi korban (64,5%) dan pelaku (53,5%) dibandingkan kategori usia lainnya.
Baca Juga: Pemerintah - DPRD Sahkan Lima Peraturan Daerah Kota Kupang
“Yang lebih mengejutkan, NTT disebut memiliki tingkat pelaku perundungan tertinggi (58,6%), sementara Jakarta memiliki tingkat korban perundungan tertinggi,” kata Itha Kale.
Berdasar hasil kajian tersebut, menurut Itha, implementasi program Swipe Safe di Kota Kupang sangat penting dan relevan.
Baca Juga: George Hadjoh Legowo Jika Tak Lagi Ditunjuk Jadi Pj.Wali Kota Kupang
“Kita ingin anak dan orang muda tahu dan mempraktikkan penggunaan internet yang bertanggung jawab. Swipe Safe membantu mereka memahami etika penggunaan internet dan tanggung jawab mereka dalam mengelola informasi yang mereka temui di ranah daring,”tambah Itha.
Peserta anak dan remaja Swipe Safe dari Kelurahan Liliba Kota Kupang, Gabriela, mengaku, adanya pelatihan Swipe Safe memberi pengetahuan dan pemahaman baru, terutama keamanan berinternet dan berbagai potensi resiko online bagi anak dan remaja seusia.
Baca Juga: George Hadjoh Legowo Jika Tak Lagi Ditunjuk Jadi Pj.Wali Kota Kupang
"Mengikuti kegiatan ini, saya mendapat mengetahui hal-hal baru terutama pada internet, semoga pelatihan ini juga menyasar teman-teman sebaya diluar sana agar juga dapat pengetahuan baru,"kata Gabriela.
Tindak lanjut Hasil Kajian Perundungan Online Swipe Safe, program yang diinisiasi oleh ChildFund Australia sebagai proyek utama dari kampanye global Web Safe and Wise. Program tersebut semata bertujuan untuk mencegah penyalahgunaan dan eksploitasi anak secara online.
Swipe Safe di Kota Kupang diikuti 120 anak dari 51 kelurahan se-kota Kupang, bertujuan memobilisasi orang tua, anak dan orang muda, sekolah, dan pemangku kepentingan lainnya untuk berperan aktif dalam keamanan anak di ranah daring. Dengan Swipe Safe, anak muda mengembangkan kepercayaan diri dalam mengelola kehidupan online mereka dengan aman, dan keterampilan untuk tetap aman saat berinternet. (*)