Selain itu, setelah syukur Paskah selesai masih akan ada sejumlah program pengembangan dari GMIT Klasis Kota Kupang untuk nelayan dan petani yang akan menjadi sasaran utama.
Baca Juga: Seorang Anggota Polisi di Kupang Tewas Terlindas Mobil Avansa
Program pengembangan dimaksud berupa pembangunan tanggul tambak dan area pemancingan, pengembangan UMKM jemaat, budidaya kerang, bantuan alat tangkap dan pemberian bantuan jarring sampah.
"Setelah syukur Paskah selesai, masih akan ada sejumlah program pengembangan dari GMIT Klasis Kota Kupang untuk nelayan dan petani yang akan menjadi sasaran utama,"tutup Astawa.
Turut hadir dalam ibadah Paskah Bahari, Ketua Majelis Klasis-Kota Kupang Timur, Pdt. Samuel B. Pandie,S.Th., Ketua Umum Lembaga Pengembangan Paduan Suara Daerah (LPPD) NTT, Esthon L. Foenay, Rektor Institute Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang, Harun Y. Natonis, Rektor Universitas Kristen Artha Wacana Kupang (UKAW), Ayub Urbanus Imanuel Meko, Wakil Sekretaris Sinode GMIT, Pdt. Elisa Maplani, Ketua Panita Pembangunan GMIT Center, Piter Djami Rebo, dan Lurah Oesapa Barat, Chistian E. Chandra.