NTTHits.com, Kupang - Dikunjungi Duta Besar (Dubes) Italia, Benedetto Latteri, Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) membeberkan sejumlah rencana dan startegi kerjasama membangun potensi pariwisata.
Rencana dan ambisi besar membangun potensi pariwisata yang ada di kota Kupang dan NTT secara keseluruhan mendapat apresiasi dari Dubes Italia, Benedetto Latteri, namun masih terdapat kendala kebersihan yang menjadi faktor krusial bagi para turis atau wisatawan.
Baca Juga: Sekolah Jam 5.30 Pagi, Abdur: Jangan Buat Kebijakan Saat Minum Kopi dan Makan Jagung Bose
“Masalah pengumpulan sampah menjadi perhatian serius. Saya berharap ketika berbicara terkait pengelolaan sampah dan pembangunan perkotaan, semuanya harus berkelanjutan,” kata Dubes Italia, Benedetto Latteri, saat kunjungan ke Pemkot Kupang, Kamis, 2 Maret 2023.
Khusus Kota Kupang, menurut dia, daripada membakar dan membuang sampah ke laut atau aliran sungai, sebaiknya sampah tersebut di daur ulang sehingga dapat diolah menjadi bahan baku dan sumber energi, selain itu menjaga sumber air bersih, manajemen air bersih dan layanan kesehatan.
Baca Juga: BPS Perkirakan Produksi Beras di NTT Capai 180,7 Ribu Ton
Benedetto menjelaskan bahwa mengelola sebuah kota bukanlah hal yang mudah. Tahun 2030, Kota Roma akan mengadakan pameran yang berfokus pada pengembangan kota dan pelestarian budaya. Event tersebut diharapkan dapat mendorong semua negara di dunia agar dapat memberikan solusi bagi semua arsitek perencana kota dan kesehatan. Pada kesempatan yang sa ma juga harus dipikirkan bagaimana melestarikan budaya lokal setempat.
Selain itu, Benedetto menambahkan, masalah di Indonesia adalah hujan lebat dan banjir, sehingga harus dipikirkan cara bagaimana mengatur air hujan yang sangat berlimpah di musim tertentu, serta menjaga sumber air bersih itu agar sehat dan layak di minum.
Baca Juga: Warga Dampak Bencana di Belu Terima Bantuan Logistik
Penjabat (Pj) Walikota Kupang, George Hadjoh, saat membahas soal pariwisata, menjelaskan bahwa saat ini Kota Kupang ingin mendukung Provinsi NTT dalam pengembangan sektor pariwisata, sehingga yang menjadi prioritas utama adalah membuat Kota Kupang menjadi bersih yang selanjutnya akan ada gerakan penghijauan dan penataan tempat wisata.
Hal ini bertujuan untuk menjadikan Kota Kupang bisa hidup dan dinamis dalam 24 Jam agar dapat memacu pertumbuhan ekonomi secara cepat.
Baca Juga: Terminal Bahan Bakar Minyak Tenau, Tulang Punggung Suplai BBM di NTT
Lebih lanjut , George menjelaskan, bahwa Kota Kupang sangat membutuhkan investor di bidang infrastruktur, karena fasilitas jalan, drainase, air bersih, sanitasi, dan ruang terbuka hijau masih harus ditata secara lebih baik. Satu hal yang paling berat adalah mendorong perubahan perilaku (mindset) manusia di Kota Kupang dalam mengatasi permasalahan ini.
Menurut George, salah upaya menarik wisatawan ke Kota Kupang adalah mendorong diselenggarakannya festival budaya hingga tingkat kelurahan, mengingat Kota Kupang sebagai ibu kota Provinsi NTT menjadi pusat semua budaya dari 22 Kabupaten yang ada di NTT.