NTT Jadi Panggung Diplomasi Budaya Dunia, Gubernur Melki Laka Lena Tegaskan IPACS sebagai Momentum Strategis Indonesia di Pasifik

photo author
Yohanes Seo, NTT Hits
- Minggu, 26 Oktober 2025 | 10:54 WIB
NTT Jadi Panggung Diplomasi Budaya Dunia, Gubernur Melki Laka Lena Tegaskan IPACS sebagai Momentum Strategis Indonesia di Pasifik. (Humas NTT)
NTT Jadi Panggung Diplomasi Budaya Dunia, Gubernur Melki Laka Lena Tegaskan IPACS sebagai Momentum Strategis Indonesia di Pasifik. (Humas NTT)

NTTHits.com, Kupang — Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali mencuri perhatian nasional dan internasional. Setelah sukses menjadi tuan rumah berbagai forum kebudayaan dan kemah budaya, kini provinsi di ujung timur Indonesia itu bersiap menjadi pusat diplomasi budaya lintas negara dalam kegiatan Indonesia–Pacific Cultural Synergy (IPACS) 2025, yang akan digelar di Kupang pada 11–13 November 2025.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia ini mengusung misi besar: memperkuat jejaring budaya dan diplomasi antarnegara di kawasan Pasifik–Oseania. NTT dipilih sebagai tuan rumah karena posisinya yang strategis sebagai “gerbang timur Indonesia”, sekaligus “jembatan peradaban Melanesia di Asia Pasifik.”

Gubernur Melki: NTT Siap Tunjukkan Diri ke Dunia

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan bahwa IPACS merupakan momentum emas bagi NTT untuk menegaskan posisi strategisnya, tidak hanya dalam konteks nasional tetapi juga internasional.

Baca Juga: Gubernur Melki Laka Lena Minta Unipa Jaga Martabat Ilmu dan Berdampak bagi Daerah

“IPACS adalah kesempatan bagi kita untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Nusa Tenggara Timur bukan hanya kaya akan budaya, tapi juga siap menjadi pemain utama dalam diplomasi budaya dan kerja sama internasional,” ujar Melki saat menerima audiensi tim Direktorat Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI di Rumah Jabatan Gubernur, Minggu (26/10/2025).

Dalam pertemuan itu, Gubernur Melki menyatakan kesiapan pemerintah provinsi untuk mendukung penuh penyelenggaraan IPACS, termasuk melalui pembentukan tim koordinasi daerah.

“Provinsi siap mendukung kegiatan ini dengan kemampuan yang kami miliki. Jika ada kendala teknis, tentu akan kami komunikasikan dengan pusat,” tambahnya.

Baca Juga: Gubernur Melki Ajak Kampus Ledalero Satukan Filsafat dan Ekonomi Rakyat

Diplomasi Budaya dan Pesan Global dari Timur Indonesia

IPACS 2025 bukan sekadar festival budaya. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi platform diplomasi budaya (soft diplomacy) yang menegaskan kembali posisi Indonesia—khususnya NTT—sebagai bagian dari peradaban Pasifik.

Menurut Direktur Diplomasi Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI, Raden Usman Effendi, kegiatan ini berfungsi memperkuat jejaring antarnegara di kawasan Pasifik–Oseania, melalui pertukaran budaya, residensi seniman, dan forum dialog internasional.

Sebanyak 17 negara telah diundang, termasuk Fiji, Papua Nugini, Vanuatu, Samoa, Tonga, dan Timor Leste. Hingga saat ini, 10 negara telah mengonfirmasi kehadiran, dan lima di antaranya akan mengirimkan langsung Menteri Kebudayaan masing-masing.

“Kehadiran para menteri dan perwakilan negara sahabat di Kupang nanti akan menjadi simbol pengakuan internasional terhadap posisi NTT sebagai pusat interaksi budaya kawasan Pasifik,” jelas Usman.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Yohanes Seo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X