NTTHits.com, Kupang — Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menerima audiensi dari Tim Tidal Bridge untuk membahas perkembangan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut (PLTAL) Larantuka, yang digadang-gadang menjadi salah satu proyek energi baru terbarukan (EBT) terbesar di wilayah timur Indonesia. Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat Gubernur, Gedung Sasando, Senin (20/10/2025) sore.
Dalam paparannya, Latif Gau, President Director PT Tidal Bridge Indonesia, menjelaskan bahwa proyek PLTAL Larantuka akan memanfaatkan kekuatan arus laut di Selat Larantuka, yang dikenal memiliki potensi energi alami sangat besar. Proyek ini terintegrasi dengan pembangunan Jembatan Pancasila-Palmerah yang menghubungkan Pulau Adonara dan Larantuka.
“Berdasarkan hasil observasi arus laut dan kondisi geografis, NTT memiliki potensi ideal untuk pengembangan energi listrik bertenaga arus laut. PLTAL Larantuka ditargetkan mampu menghasilkan daya hingga 100 megawatt (MW),” jelas Latif.
Baca Juga: Gubernur Melki Soroti Penyakit Sosial dan Kasus HIV/AIDS di Kalangan Pelajar
Sejak 2018, kata Latif, Tidal Bridge telah menjalin kerja sama dengan PT PLN (Persero). Proyek ini juga telah melalui tahapan Feasibility Study (FS), AMDAL, ESIA, serta studi interkoneksi PLN, dan telah memperoleh dukungan pendanaan dari Bank Pembangunan Belanda (FMO/Invest International).
Namun, dokumen AMDAL sebelumnya telah kedaluwarsa sehingga perlu dilakukan pembaruan izin lingkungan dan perizinan teknis lainnya agar proyek bisa dilanjutkan ke tahap konstruksi.
Latif menambahkan, proyek ini kembali dibahas dalam Forum G20 di Bali, dan telah mendapat dukungan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI. Target penyelesaian proyek dan Commercial Operation Date (COD) ditetapkan paling lambat pada tahun 2028.
Baca Juga: Segera Dibangun, DPRD NTT Dukung Pembangunan Jembatan Pancasila Palmerah
Gubernur Melki: Dorong Realisasi PLTAL untuk Atasi Krisis Listrik Flores
Menanggapi pemaparan tersebut, Gubernur Melki Laka Lena menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi NTT memberikan dukungan penuh terhadap proyek PLTAL Larantuka, selama pelaksanaannya membawa manfaat nyata bagi masyarakat.
“Potensi arus laut di Larantuka bisa dimanfaatkan untuk mengatasi kekurangan listrik di Pulau Flores. Ini bagian dari energi baru terbarukan yang harus kita dorong bersama,” ujar Gubernur Melki.
Ia juga menyoroti lambannya perkembangan proyek selama satu dekade terakhir, dan menegaskan bahwa Pemprov NTT akan segera berkoordinasi dengan Kementerian ESDM dan instansi terkait untuk mempercepat penyelesaian persoalan administrasi dan teknis yang masih tersisa.
“Dalam sepuluh tahun terakhir relatif belum ada perkembangan berarti. Kami akan memastikan Pemprov NTT hadir untuk mendorong agar proyek ini bisa segera direalisasikan dan menjadi sumber listrik baru di Flores, yang kini kondisinya sudah relatif kritis,” tambahnya.
Baca Juga: Dana Transfer Daerah NTT Dipangkas Rp300 Miliar pada 2026, Gubernur Melki Dorong Kreativitas dan Kemandirian Ekonomi
Masih Tunggu Penyelesaian Dokumen Teknis
Sementara itu, Kepala Dinas ESDM Provinsi NTT, Rosye Hedwine, menjelaskan bahwa proyek PLTAL Larantuka telah tercantum dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN. Namun, agar dapat ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN), masih ada beberapa dokumen penting yang perlu diselesaikan.
Dokumen yang dimaksud meliputi:
- Feasibility Study (FS);
- Manajemen Risiko;
- Master Plan;
- Dokumen Lingkungan; dan
- Kesesuaian dengan RTRW Provinsi dan Kabupaten Flores Timur.
Rosye menambahkan, penyelesaian kelima aspek tersebut menjadi syarat utama agar proyek PLTAL dapat naik status menjadi proyek prioritas nasional yang mendapat dukungan penuh pemerintah pusat.