Gubernur Melki Laka Lena Dorong CU Berperan dalam Program One Village One Product

photo author
Yohanes Seo, NTT Hits
- Jumat, 17 Oktober 2025 | 07:30 WIB
Gubernur NTT Melki Laka Lena. (Humas NTT)
Gubernur NTT Melki Laka Lena. (Humas NTT)

NTTHits.com, Kupang — Ketika dunia memperingati International Credit Union (ICU) Day ke-77 dengan tema “Cooperation for a Prosperous World”, Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, menyerukan pesan penting: koperasi kredit bukan sekadar lembaga simpan pinjam, melainkan roh dari ekonomi Pancasila yang hidup di tengah masyarakat NTT.

Dalam forum yang juga dirangkai dengan Puskopdit NTT Forum bertema “Reideologisasi dan Revitalisasi Nilai-Nilai Kredit Union” di Hotel Harper Kupang, Kamis (16/10/2025), Gubernur Melki menegaskan kembali filosofi dasar koperasi kredit: kekeluargaan, gotong royong, dan keadilan sosial.

“Koperasi kredit adalah bentuk konkret ekonomi Pancasila. Ia dijalankan dengan nilai kebersamaan, memprioritaskan kesejahteraan bersama di atas keuntungan pribadi, serta menghindari eksploitasi,” ujar Gubernur.

Baca Juga: Dana Transfer Daerah NTT Dipangkas Rp300 Miliar pada 2026, Gubernur Melki Dorong Kreativitas dan Kemandirian Ekonomi

Dari Desa ke Kota, CU Menjadi Penopang Ekonomi Keluarga

Sejak pertama kali tumbuh di NTT pada dekade 1970-an, gerakan koperasi kredit telah menjadi penopang ekonomi masyarakat akar rumput. Di banyak wilayah, dari Timor hingga Flores dan Sumba, koperasi kredit hadir di saat akses perbankan masih sulit dijangkau.

Melki menilai, koperasi kredit adalah jembatan antara mimpi dan kenyataan bagi banyak keluarga sederhana.

“Kopdit telah menolong banyak keluarga untuk berani bermimpi—menyekolahkan anak, membangun rumah, atau memulai usaha kecil,” katanya penuh apresiasi.

Data Dinas Koperasi NTT menunjukkan, hampir setiap kabupaten/kota kini memiliki jaringan koperasi kredit aktif. Keberadaan mereka bukan hanya memberi akses permodalan, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri ekonomi di tingkat komunitas.

Menjadi Motor Penggerak OVOP

Di tengah upaya pemerintah provinsi memperkuat ekonomi berbasis lokal melalui Program One Village One Product (OVOP), Gubernur Melki mendorong koperasi kredit agar tak berhenti di tahap pembiayaan. Ia ingin koperasi menjadi motor penggerak hilirisasi produk lokal.

Baca Juga: Wamendagri Bima Arya dan Gubernur Melki Luncurkan Portal Sasando, Wujud Transformasi Data untuk NTT Maju

“Hasil produksi petani, nelayan, atau peternak jangan hanya dijual mentah dengan harga murah. Saya dorong koperasi kredit ikut berperan dalam mengolah, mengemas, dan memasarkan produk dengan kualitas baik agar nilai jualnya meningkat,” tegasnya.

Langkah ini sejalan dengan misi besar Pemprov NTT untuk menggeser pola ekonomi dari konsumtif ke produktif, serta menciptakan rantai nilai baru di desa. Program OVOP diyakini bisa menjadi arena bagi koperasi untuk mengintegrasikan pembiayaan, produksi, hingga pemasaran — model yang terbukti berhasil di Jepang, Korea Selatan, dan Filipina.

Membangun Budaya Literasi Keuangan

Namun bagi Melki, penguatan koperasi tidak hanya soal modal atau produksi. Ia juga menekankan pentingnya literasi keuangan dan karakter anggota koperasi.
Dalam pandangannya, koperasi akan kehilangan jati diri jika anggotanya tidak memiliki kesadaran mengelola keuangan secara bijak.

“Literasi keuangan yang baik adalah fondasi. Kita ingin masyarakat punya pengelolaan keuangan keluarga yang terencana dan terkendali. Hindari praktik negatif seperti judi yang hanya merusak kesejahteraan,” pesan Gubernur.

Seruan ini mencerminkan keprihatinan atas maraknya perilaku konsumtif di kalangan masyarakat, termasuk penggunaan dana pinjaman koperasi untuk hal-hal nonproduktif.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yohanes Seo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Sasando Dia, Sinergi Perkuat Ekonomi NTT

Selasa, 3 Maret 2026 | 21:05 WIB
X