NTT Menuju Swasembada Pangan dan Energi, Gubernur Dorong Gotong Royong Pembangunan

photo author
Yohanes Seo, NTT Hits
- Jumat, 1 Agustus 2025 | 18:07 WIB
Gubernur NTT Melki Laka Lena saat acara penandatanganan kontrak infrastruktur. (Jose)
Gubernur NTT Melki Laka Lena saat acara penandatanganan kontrak infrastruktur. (Jose)

NTTHits.com, Kupang – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menyatakan optimisme bahwa NTT sedang berada pada jalur yang tepat menuju swasembada pangan dan kemandirian energi.

Hal ini disampaikannya usai penandatanganan kontrak pekerjaan infrastruktur, Jumat (1/8/2025).

Menurut Melki, hingga Juli 2025, produksi gabah kering di NTT telah mencapai sekitar 77.000 ton. Angka ini diperkirakan akan melampaui total produksi tahun lalu jika tren produksi tetap konsisten hingga Agustus.

Baca Juga: Gubernur Melki Laka Lena, NTT Siap Jadi Provinsi Garam dan Energi Terang

"Kalau tren ini berlanjut, kita bisa capai target tahunan lebih cepat. Artinya, kita sudah masuk fase swasembada pangan," ujarnya.

Tak hanya sektor pangan, sektor energi juga menjadi fokus utama Pemerintah Provinsi NTT. Saat ini, total kapasitas energi terpasang di NTT baru mencapai 415 megawatt. Namun, potensi energi baru terbarukan (EBT) yang dimiliki provinsi ini jauh lebih besar.

"Kita punya potensi lebih dari 10.000 megawatt dari angin, lebih dari 60.000 megawatt dari PLTS, lebih dari 1.000 megawatt dari panas bumi, dan mendekati 1.000 megawatt dari air dan arus laut. Ini luar biasa," jelas Melki.

Baca Juga: Disaksikan Gubernur NTT, Ratusan Paket Proyek Infrastruktur Diteken Serentak

Gubernur juga membuka peluang kerja sama dengan para investor dan pengembang energi, khususnya di bidang energi terbarukan. Ia menyebut, Pemprov NTT siap membuka ruang diskusi dan presentasi dari investor yang serius ingin membangun pembangkit listrik di daerah.

"Kami terbuka. Silakan investor yang berminat, kita fasilitasi. Kalau cocok, kita kerja sama," tegasnya.

Terkait infrastruktur dasar seperti jalan, Melki mendorong pola pembangunan berbasis gotong royong antara pemerintah dan masyarakat. Ia mencontohkan keberhasilan pembangunan jalan di masa lalu yang dilakukan secara swadaya.

Baca Juga: Gubernur NTT: Sektor Properti Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

"Dulu waktu saya di DPR, kami bangun jalan dengan gotong royong. Warga bawa pasir, batu, satu ember per hari. Itu sangat membantu," kenangnya.

Ia juga mengajak pemerintah desa untuk turut berkontribusi dalam pembangunan melalui dana desa dan kerja kolektif warga.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Yohanes Seo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X