NTTHits.com, Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto resmi diluncurkan pada Senin, 6 Januari 2025. Program ini bertujuan memberikan asupan makanan bergizi kepada anak-anak sekolah di seluruh pelosok Indonesia, sebagai upaya mengentaskan kemiskinan dan memperbaiki gizi generasi muda.
Namun, di balik kebahagiaan yang terlihat di banyak sekolah, terselip kisah-kisah haru dari siswa yang rela tidak menikmati makanan tersebut demi keluarga mereka di rumah.
"Untuk Mama yang Tidak Ada Nasi"
Di Gorontalo, seorang siswa SD memilih tidak menyantap hidangan yang disediakan program MBG. Dengan suara pelan, ia mengaku ingin membawa makanan itu untuk ibunya di rumah.
"Di rumah tidak ada nasi," ucap siswa tersebut lirih.
Meski teman-temannya menikmati hidangan yang ada, ia tetap teguh dengan keputusannya. "Mau kasih makanan ini ke Mama," tambahnya sambil memegang sekotak susu dari dapur MBG.
Baca Juga: Selain Anak-anak, Perokok Berat Jadi Kelompok Rentan Virus HMPV, Ini Alasannya
Tangis di Sumatera Utara: "Mau Makan Bareng Mama"
Di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, seorang siswa SD tak kuasa menahan tangis saat melihat hidangan 'mewah' yang jarang ia temui.
"Senang dapat makanan, tapi ingat Mama dan Bapak di rumah. Mau makan sama Mama, soalnya lagi sakit," ungkapnya terisak.
Siswa itu menjelaskan bahwa kedua orang tuanya bekerja sebagai buruh tani, dengan penghasilan yang tidak menentu. Kisahnya membuat para guru dan petugas di lokasi turut terenyuh.
Baca Juga: Pemkot Kupang Hibah Tanah ke Himpunan Keluarga Asal Maluku Barat Daya Untuk Dijadikan Sekretariat
"Mama Mengepel di Rumah Orang"