"Manusia vs Teknologi": Wamen Dikti Stella Christie Dorong Pemanfaatan AI agar Tidak Kalah Telak

photo author
Yohanes Seo, NTT Hits
- Jumat, 10 Januari 2025 | 17:15 WIB
Stella Christie
Stella Christie

NTTHits.com, Jakarta – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, kekhawatiran masyarakat terkait dominasi teknologi atas manusia semakin mencuat. Ketakutan ini tidak hanya soal kehilangan pekerjaan akibat otomatisasi, tetapi juga tentang peran teknologi yang semakin menggantikan kemampuan manusia.

Menanggapi fenomena ini, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, memberikan pandangannya dalam siniar YouTube Kick Andy pada Senin, 5 Januari 2025. Stella mengakui bahwa dalam beberapa aspek, manusia telah kalah oleh teknologi, namun ia menekankan pentingnya memanfaatkan teknologi dengan bijak agar manusia tetap relevan di era digital.

Baca Juga: Joni Pemanjat Tiang Bendera Kini Resmi Jadi Bintara TNI AD, Kisah Inspiratif Perjuangan dan Dedikasi

AI: Teknologi yang Lebih "Ingat" daripada Manusia

Dalam wawancara tersebut, Stella menyoroti keunggulan AI (artificial intelligence) yang memiliki kemampuan mengingat jauh melampaui manusia.

"Kalau kita bicara soal memori atau ingatan, tentu saja AI lebih unggul daripada manusia. AI tidak lupa, sementara kita sering kali lupa," ungkapnya.

AI dan teknologi modern dapat menyimpan pengetahuan manusia dalam jumlah besar melalui apa yang disebut sebagai repository knowledge. Hal ini memungkinkan manusia mengakses informasi yang sebelumnya telah terkumpul tanpa batasan kapasitas ingatan.

Namun, Stella menegaskan bahwa ini tidak berarti manusia sepenuhnya kalah. Sebaliknya, teknologi tersebut seharusnya menjadi alat untuk meningkatkan efisiensi manusia.

Baca Juga: Melki Laka Lena Ziarah ke Vatikan, Persiapan Lahir Batin Sambut Tugas Baru Sebagai Gubernur NTT

Kemenangan Manusia di Balik Keterbatasan Teknologi

Stella mengimbau masyarakat untuk tidak takut terhadap teknologi, termasuk AI. Ia menegaskan bahwa teknologi hanyalah alat yang efektif jika digunakan dengan cerdas.

"Jika kita percaya bahwa manusia akan kalah telak dari teknologi, jawabannya adalah tidak. AI hanyalah alat. Jika kita pintar menggunakan alat itu, kita tidak akan kalah," tegasnya.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa ketidakmampuan dalam memanfaatkan teknologi dapat membuat manusia kehilangan daya saing.

Baca Juga: Drifter Muda Indonesia, Umbu Gillbeth Kabunang, Raih Penghargaan Bergengsi Asia Automotive Award 2025

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yohanes Seo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X