AMAN - ICW Gelar Workshop Kampanye Antikorupsi dan Pelatihan Jurnalis Masyarakat Adat

photo author
Lidya Radja, NTT Hits
- Jumat, 1 Desember 2023 | 06:40 WIB
Workshop AMAN-ICW
Workshop AMAN-ICW

NTTHits.com, Ruteng - Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) bersama Indonesian Corruption Watch (ICW) menggelar workshop kampanye antikorupsi sekaligus pelatihan jurnalis masyarakat adat bagi komunitas masyarakat adat anggota AMAN di Ruteng, Manggarai, sejak 28 November - 1 Desember 2023.

"Kerjasama antara AMAN dan mitranya ICW dalam memberikan pemahaman yang benar terhadap korupsi adalah hal baru bagi warga komunitas adat di Nusa Bunga sehingga sangatlah penting bagi komunitas adat untuk memperoleh pengetahuan tentang korupsi itu sendiri,"kata Ketua AMAN wilayah Nusa Bunga, Maximilianus Herson Loi, Jumat 1 Desember 2023. 

Baca Juga: Fraksi Nasdem DPRD Kota Kupang Nonaktifkan Sementara Anggota Dewan, Siqvrid Basuki

Dua agenda kegiatan dalam workshop tersebut, menurut dia, saling korelasi dan berkesinambungan, dapat memberi dampak positif terhadap kemajuan AMAN Nusa Bunga. mengenal lebih dalam tentang korupsi yang bukan hanya sebatas tindakan mengambil uang yang bukan miliknya sendiri, namun mancakupi banyak hal yang terjadi di masyarakat yang sangat erat kaitannya dengan pengambilan hak - hak orang lain termasuk pengambilan dan perampasan Sumber Daya Alam (SDA).

Kolaborasi AMAN dan ICW dalam melaksanakan kegiatan ini dimaksudkan agar para peserta yang terdiri dari utusan Komunitas Adat, utusan Pemuda Adat, utusan Perempuan Adat yang hadir dalam kegiatan ini mampu melihat situasi dan kondisi di komunitas masing – masing untuk dapat melaporkan lewat tulisan – tulisannya sebagai data awal untuk mencari fakta lapangan terhadap korupsi yang terjadi di setiap komunitas adat masing – masing.

Baca Juga: Tim Dokter Lintas Batas Sukses Beri Pelayanan Medis Bagi 1600 Pasien di Desa Ainiut Kecamatan Insana

“Sebagai jurnalis Masyarakat Adat, kita harus berani mengungkapkan fakta dengan data lapangan yang berkaitan dengan korupsi di komunitas adat kita masing – masing,” tambah Herson. 

Infokom PB AMAN, Taqiyyudin Ibnu Sihab, mengatakan, rangkaian kegiatan workshop Kampanye Antikorupsi dan Pelatihan Jurnalis Masyarakat Adat ini merupakan kerja kolaborasi antara AMAN dan ICW untuk saling membagi informasi dan pengetahuan dalam memperkuat pengetahuan tentang antikorupsi bagi Masyarakat Adat.

Menurut dia, banyak kasus penderitaan yang dialami di Masyarakat Adat di seluruh Indonesia sangat erat kaitannya dengan praktek korupsi yang dilakukan oleh para pejabat yang berkuasa dimana Masyarakat Adat bisa kehilangan wilayah adat dan ruang hidupnya.

Baca Juga: Program Digitalisasi Korpri Dukung ANRI : Semua K/L, 38 Provinsi Serta 514 Kabupaten/Kota Terapkan Digital Signature

“Harapannya melalui pelatihan ini teman – teman peserta dapat memahami praktek antikorupsi yang dilakukan oleh pejabat publik dan dapat mempraktekkan kerja jurnalistik untuk dapat menginformasikan segala sesuatu yang ada di komunitas adat beserta wilayah adatnya masing – masing sehingga publik mengetahui semua peristiwa yang terjadi di Masyarakat Adat,”kata Ibnu.

Perwakilan ICW, Tibiko Zabar, mengatakan, korupsi terhadap SDA di Indonesia masuk dalam kategori korupsi terbesar karena berakibat pada pengerusakan lingkungan, hutan dan lahan masyarakat yang berbuntut pada kerugian sosial bagi warga yang didalamnya termasuk Masyarakat Adat.

Baca Juga: Menteri PAN-RB: Presiden Jokowi Senang Program Korpri Berdampak Positif ke Masyarakat

Tibiko Zabar, mengatakan, pihak ICW mencatat dari data pemantauannya sepanjang 2006 – 2015, kerusakan hutan (deforestasi) mencapai Rp 499.507 triliun yang mengindikasikan kerugian negara sangat tinggi dengan korelasi korupsi semakin tinggi juga.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lidya Radja

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X