NTTHits.com, Kupang - Pemasukan pajak belum mencapai target, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) terancam mengalami defisit anggaran.
Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang ditetapkan tahun anggaran 2023 sebesar Rp.210 milliar namun hingga September 2023, realiasi pendapatan baru mencapai 53,53 persen atau sebesar Rp.112 milliar.
"Tiga bulan tersisa tidak mencukupi untuk realiasi target yang ditetapkan, kita defisit yang sangat besar dan akhirnya terhutang dan tidak bisa terbayar,"kata Anggota Banggar DPRD Kota Kupang, Tellend Daud, dalam sidang Banggar, Rabu, 27 September 2023.
Defisit anggaran akan mempengaruhi seluruh lini pemerintahan, Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN terancam tidak bisa dibayarkan sekaligus mempengaruhi belanja pemerintah, padahal belanja pemerintah mampu menggerakkan daya beli dan ekonomi sehingga dapat menekan angka inflasi.
Baca Juga: Gerindra NTT Target Dua Kursi DPR RI
Anggota Banggar DPRD Kota Kupang, Ewalde Taek, pemerintah harus berikan kepastian apakah optimisme pemerintah bahwa akhir tahun mampu memenuhi target dengan presentase yang baru mencapai Rp.112 milliar.
"Jangan sampai pada akhirnya kita justru defisit karena sampai September ini baru mencapai Rp.112 milliar,"kata Ewalde.
PLH Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kupang, Ade Manafe, mengakui bahwa dengan kondisi pendapatan per September 2023 baru mencapai Rp.112 milliar, Pemerintah Kota Kupang tidak mampu memenuhi target PAD hingga akhir tahun.
Baca Juga: Kasus Penyerangan di Oesapa, Polisi Tetapkan Dua Tersangka Baru
"Sampai realiasasi akhir tahun memang tidak bisa kita capai, karena masih banyak sekali yang masih dibawah persentase,"kata Plh Sekda Kota Kupang, Ade Manafe.
Ia mencontohkan salah satu pajak yakni Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dari target Rp.10 milliar baru mencapai 600 juta tersisa Rp.9,4 milliar, jauh dari target yang belum tercapai dengan sisa waktu tiga bulan.
Baca Juga: Miris, Ribuan Siswa di Kota Kupang Masih Buta Huruf, Program Lopo Pintar Dihentikan
"Bahkan pendapatan lain-lain masih dibawah 50persen, sehingga kami tetapkan tidak mencapai target dalam sisa waktu tiga bulan,"tutup Ade. (*)