NTTHits.com, Kupang - Miris, ditengah banyaknya siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak bisa membaca dan menulis secara lancar, program lopo pintar hanya berjalan selama lima bulan terhitung Januari-Mei 2023.
Dihentikan Program Lopo Pintar bagi anak SD dan SMP karena dana transportasi yang disiapkan hanya sebesar Rp.50ribu per bulan bagi 815 mahasiswa sebagai tenaga pengajar paruh waktu.
Baca Juga: Baru 53, 53Persen, Pemkot Kupang Tidak Becus Kelola Sumber PAD Kota Kupang
"Mahasiswa mengundurkan diri semua karena transportasi bulanan menurut mereka kecil sekali hanya Rp.50ribu per bulan,"kata Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Okto Naitboho, Selasa, 26 September 2023.
Adapun 815 mahasiswa hanya dibayar total Rp.250ribu selama lima bulan dengan jadwal pertemuan dua jam, seminggu sekali pertemuan yakni di hari sabtu terpaksa dihentikan karena kecilnya dana transportasi yang disiapkan bagi para pengajar paruh waktu.
Baca Juga: Integritas Inspektorat Dituntut Kawal APBD Lewat Reviu Tunjangan Fantastis DPRD Kota Kupang
Salah satu mahasiswa asal Universitas Nusa Cendana Prodi Bahasa Indonesia, Fitry Medi, mengatakan, sebagai pengajar paruh waktu, dirinya di tempatkan di SD Naimata yang kondisi siswa dari kelas IV-VI tidak lancar membaca sehingga memerlukan rentang waktu yang seharusnya lebih lama agar anak-anak mampu membaca dan menulis secara fasih.
"Kita pertemuan setiap Sabtu dengan durasi waktu 2jam, tapi kita hanya lima bulan, kalau dilihat tidak cukup karena kondisi riil anak-anak dari kelas IV-VI itu memang belum dapat baca secara lancar,"kata Fitri.
Baca Juga: Tinggal Mimpi, Sambungan Rumah Air Bersih Gratis Bagi Ribuan Warga Kota Kupang Batal
Program Lopo Pintar digagas Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendik) dengan melibatkan 815 mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi guna mendukung pemulihan belajar melalui bimbingan khusus secara gratis bagi 3ribu siswa yang tidak dapat membaca dan menulis setelah menyelesaikan jam pembelajaran di sekolah. (*)