hukrim

Skandal Mantan Kapolres Ngada: DPR RI Menduga Ada Keterlibatan Pacar Fani

Rabu, 2 April 2025 | 19:35 WIB
Anggota DPR RI Rudi Kabunang. (Foto Istimewa)

NTTHits.com, Kupang - Kasus mantan Kapolres Ngada, AKBP Fajar Widyadharma Lukman, semakin mengungkap fakta mengejutkan. Kini, muncul dugaan keterlibatan pihak lain yang turut membantu aksi keji Fajar, termasuk seorang wanita bernama Fani dan pacarnya.

Pengakuan Ibu Korban: Jaringan yang Tersusun Rapi

Anggota DPR RI Komisi XIII, Umbu Kabunang Rudianto Hunga, mengungkapkan pengakuan ibu salah satu korban yang memperlihatkan pola kejahatan yang sistematis.

Menurutnya, Fani dan pacarnya tidak hanya sekadar mengenal korban, tetapi juga tinggal bersama ibu korban dan anak berusia 6 tahun yang diduga menjadi korban eks Kapolres Ngada.

Baca Juga: Eks Kapolres Ngada Diduga Gunakan Obat Penenang Sebelum Lakukan Pelecehan Seksual

Lebih mencengangkan lagi, pacar Fani diduga yang mengantar langsung anak korban ke Fajar. Ada pola manipulasi yang dilakukan oleh Fani dan pacarnya, di mana mereka berpura-pura menyayangi korban dengan sering mengajak korban ke pusat perbelanjaan di Kota Kupang, membelikannya hadiah berupa mainan, serta memberikan perhatian yang berlebihan.

Namun, di balik itu semua, tujuan utama mereka diduga adalah untuk mendapatkan kepercayaan korban dan kemudian mengantarkannya ke Fajar di salah satu hotel di Kota Kupang.

Upaya Membungkam Korban

Aksi berpura-pura menyayangi korban tidak berhenti setelah pelecehan terjadi. Menurut keterangan ibu korban, Fani dan pacarnya terus menemani anak korban hampir setiap hari. Diduga, mereka melakukan ini untuk memastikan korban tidak menceritakan perbuatan bejat eks Kapolres Ngada kepada siapa pun, termasuk ibunya sendiri.

Baca Juga: Kapolres Ngada Didesak Usut Tuntas Laporan Oma Klara Mego Yang Diesbatukan di Polres Ngada

“Ini pola yang sangat keji. Mereka membangun hubungan emosional dengan korban agar anak itu tidak berani melapor,” ujar Umbu Kabunang.

Desakan Investigasi Mendalam

Menanggapi fakta baru ini, Umbu Kabunang meminta Kapolda NTT untuk segera melakukan penyelidikan lanjutan terhadap pacar Fani, yang hingga saat ini belum tersentuh hukum.

“Tidak mungkin Fani melakukan ini sendiri. Apalagi, ada fakta bahwa pacarnya terlibat dalam mengantar korban ke eks Kapolres Ngada. Saya yakin masih ada tersangka lain yang membantu,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa penyidik tidak boleh hanya berpegang pada pengakuan Fani semata. “Jangan hanya menerima pengakuan Fani sebagai satu-satunya sumber. Harus ada pemeriksaan lebih lanjut terhadap ibu korban dan pacar Fani untuk mengungkap siapa saja yang terlibat,” tambahnya.

Baca Juga: Gubernur NTT Ajak Semua Pihak Antisipasi Kekerasan Seksual: Kasus Kapolres Ngada Jadi Pelajaran Berharga

Tuntutan untuk Penegakan Hukum yang Tegas

Kasus ini semakin menunjukkan adanya pola eksploitasi dan manipulasi terhadap korban yang masih anak-anak. Oleh karena itu, Umbu Kabunang mendesak agar Kapolri dan Kapolda NTT segera mengambil langkah konkret untuk memastikan semua pelaku, baik langsung maupun tidak langsung, mendapatkan hukuman setimpal.

Halaman:

Tags

Terkini