hukrim

Penembakan 5 WNI di Malaysia: Mendagri Malaysia Klaim Potensi Kaitan dengan Penyelundupan Narkoba dan Senjata

Rabu, 5 Februari 2025 | 20:43 WIB
Foto ilustrasi pistol untuk menembak. (Pixabay/Brett_Hondow)

NTTHits.com, Selangor – Kasus penembakan lima Warga Negara Indonesia (WNI) oleh Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) terus berkembang dan kini mengarah pada dugaan lebih besar. Menteri Dalam Negeri Malaysia, Saifuddin Nasution, mengklaim bahwa insiden ini berpotensi terkait dengan jaringan penyelundupan narkoba atau senjata.

Dugaan ini muncul seiring dengan penyelidikan yang semakin mendalam terhadap para korban yang selamat dan tersangka yang telah ditangkap.

Baca Juga: Tragedi Penembakan WNI di Malaysia: Korban Meninggal Bertambah, Satu Orang Koma Akhirnya Tutup Usia

Korban Meninggal Bertambah, Identitas Masih Misterius

Penembakan yang terjadi pada Jumat, 24 Januari 2025, pukul 03.00 dini hari di Tanjung Rhu, Selangor itu awalnya mengakibatkan satu korban tewas di tempat. Namun, pada Selasa, 4 Februari 2025, satu korban lainnya meninggal dunia setelah menjalani operasi pengangkatan ginjal akibat terkena peluru.

Total korban tewas kini menjadi dua orang, sementara identitas korban terbaru masih belum diketahui.

Kementerian Luar Negeri Indonesia menyatakan bahwa identifikasi korban masih dalam proses, mengingat mereka tidak memiliki dokumen resmi saat insiden terjadi.

Baca Juga: Kasus Penembakan WNI di Malaysia, Sudut Pandang Berbeda, Anwar Ibrahim Janji Investigasi Transparan

 

Malaysia Klaim Potensi Keterkaitan dengan Jaringan Narkoba atau Senjata

Dalam konferensi pers di Gedung Parlemen Malaysia pada Senin, 3 Februari 2025, Menteri Dalam Negeri Malaysia, Saifuddin Nasution, mengungkapkan bahwa penyelidikan yang awalnya berfokus pada penyelundupan migran kini semakin berkembang.

"Awalnya, kami menduga ini hanya kasus penyelundupan migran karena kelima WNI tersebut tidak memiliki dokumen. Namun, semakin kami menyelidiki, semakin kami tidak bisa mengabaikan adanya pola tertentu yang mirip dengan kasus penyelundupan narkoba atau senjata," ujar Saifuddin.

Ia menegaskan bahwa kasus-kasus serupa di masa lalu memiliki pola yang mengarah pada aktivitas kriminal terorganisir.

"Kami tidak menutup kemungkinan bahwa investigasi ini akan meluas ke berbagai pelanggaran hukum lainnya," tambahnya.

Baca Juga: Korban Penembakan WNI di Malaysia, Satu Orang Masih Belum Teridentifikasi

1 WNI Ditangkap, Diduga Berperan sebagai Transporter

Seiring dengan berkembangnya penyelidikan, aparat Malaysia telah menangkap satu WNI berusia 35 tahun pada Sabtu, 1 Februari 2025, pukul 22:30 waktu setempat.

Halaman:

Tags

Terkini