hukrim

KOMPAK Indonesia Akan Laporkan Mantan komisaris Independen Bank NTT Frans Gana ke Ombudsman dan KPK RI

Jumat, 15 November 2024 | 17:36 WIB
Ketua KOMPAK Indonesia, Gabriel Goa (Jude Lorenzo Taolin)

NTTHits com, Kupang - Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi (Kompak) Indonesia akan melaporkan Penjabat Gubernur NTT, Andriko Noto Susanto ke Ombudsman RI dan KPK atas rencana RUPS LB tersebut.

Kompak Indonesia juga akan melaporkan mantan Komisaris Independen Bank NTT Frans Gana ke kedua lembaga itu karena diduga melakukan maladministrasi.

Ketua Kompak Indonesia, Gabriel Goa menegaskan, Bank NTT diduga sudah mengeluarkan undangan resmi untuk mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Sabtu, 16 November 2024 menjelang Pilkada serentak 27 November 2024.

Undangan tersebut, kata Gabriel, ditandatangani Frans Gana atas perintah Penjabat Gubernur NTT, Andriko Noto Susanto.

Baca Juga: JPU Kejari TTU Pindahkan Mantan Kepala Desa Nainaban ke Rutan Kelas 2B Kupang

“Terbukti kuat telah melakukan penyalahgunaan kekuasaan dan atau maladministrasi yang wajib ditindak tegas Ombudsman RI, Mendagri dan OJK serta diproses hukum oleh KPK RI,” ujarnya dalam keterangan yang diterima NTTHits.com Kamis, 14 November 2024.

Ia menegaskan, Penjabat Gubernur NTT sebagai pemegang saham pengendali dan komisaris independen Bank NTT non-aktif diduga kuat berkolusi dengan para mantan pejabat Bank NTT dan penguasa untuk “cawe-cawe” mengamankan Bank NTT yang sedang digugat hukum.

"Mereka sedang digugat oleh mantan Dirut Bank NTT Izhak Rihi. Kini perkaranya sedang berproses di Mahkamah Agung", kata Gabriel.

Selain itu, katanya ada juga perkara MTN Rp50 miliar Bank NTT di Kejati NTT dan kasus dugaan tindak pidana korupsi kredit macet Rp100 miliar, serta Rp1,5 miliar dana talangan Peringatan Hari Lahir Pancasila di Ende pada  2022 lalu.

“Pegiat antikorupsi, tokoh-tokoh agama, DPRD NTT dan pers wajib hukumnya selamatkan uang rakyat voice of the voiceless NTT yang diduga kuat dirampok berjemaah di Bank NTT,” ujar Gabriel.

Baca Juga: Warga Perbatasan Haumeni Ana Keluhkan Signal Timor Leste Tembus Indonesia. Calon Wabup TTU Perjuangkan Bangun Infrastruktur Telekomunikasi, 2 Unit BTS

Ia mendesak Ombudsman untuk segera memanggil dan memeriksa Penjabat Gubernur NTT dan mantan Komisaris Independen Bank NTT yang diduga telah menyalahgunakan kekuasaan demi memuluskan penyelenggaraan RUPS LB pada Sabtu, 16 November 2024.

Gabriel selanjutnya mendesak Mendagri Tito Karnavian segera mencopot Penjabat Gubernur NTT, Andriko Noto Susanto dengan alasan yang sama.

Terpisah,  Andriko mengatakan RUPS LB adalah kebutuhan organisasi agar Bank NTT bisa berjalan lebih baik.

Halaman:

Tags

Terkini