NTTHits com, Kefamenanu - Kepala Kepolisian Resor (Kapolres ) Timor Tengah Utara (TTU), AKBP Moh. Mukhson dengan lantang menyatakan dirinya tidak gila akan jabatan sebagai Kapolres di Kabupaten TTU.
Hal itu disampaikannya saat pimpinan tertinggi di Polres TTU ini didemo massa PMKRI Cabang Kefamenanu di halaman depan Mapolres TTU belum lama ini.
Kapolres TTU didemo massa hingga minta Kapolda NTT mencopot Kapolres TTU lantaran diduga terlibat korupsi Dana Operasi Mantab Brata (OMB) 115 anggota.
Jawaban Kapolres Moh. Mukhson di depan massa pendemo, sekaligus menjawab desakan Aktivis anti korupsi di TTU, Viktor Manbait yang meminta sang Kapolres di 'parkir' sementara sampai dengan ada kejelasan mengenai dugaan Korupsi Dana OMB.
"Ada dari satu LSM minta saya di 'parkir'. Ya ndak apa - apa, kalau memang terbukti saya salah silahkan di parkir', kata Kapolres Mukhson saat menerima pendemo di halaman depan Mapolres TTU.
Ditegaskannya berulang, bahwa ia tidak gila akan jabatan.
"Sekali lagi pak Kapolres tidak gila akan jabatan
di TTU ini", kata Mukhson dikutip dari video siaran langsung Media Harian Umum Pos Kupang.
Dengan nada memelas ia mengaku sangat tertekan batin selama namanya masuk pemberitaan dugaan korupsi dana OMB dan DIPA Tahun 2023 - 2024.
Bahkan, katanya kalau masyarakat TTU tidak senang dengan dirinya, ia dengan ikhlas akan melepas jabatannya.
"Kalau memang masyarakat di TTU merasa tidak puas dengan kerja Kapolres TTU, ya saya siap ko'.
Sekali lagi saya ikhlas. Saya jauh - jauh dari Jombang ke sini itu karena perintah. Kalau perintah pimpinan itu saya harus berpindah dari sini juga, saya ikhlas.
Saya menganggap bahwa jabatan itu hanya titipan.
Saya, pak Kapolres akan dengan senang hati ko' melepas jabatan kalau memang masyarakat TTU tidak puas dengan Kerja Kapolres. Saya siap. Dengan senang hati saya akan meninggalkan jabatan sebagai Kapolres TTU", sebutnya berulang.
Ia juga menyatakan di depan pendemo dan jajarannya bahwa ia siap mempertanggungjawabkan jika terbukti bersalah.